Suparma Targetkan Penjualan Tumbuh 20%

Tambah Mesin Baru

Kamis, 27/11/2014

NERACA

Jakarta – Perusahaan kemasan, PT Suparma Tbk (SPMA) optimis tahun 2015 akan membukukan pertumbuhan penjualan sekitar 20% dari tahun ini. Hal ini karena potensi pasar kertas dan tissue di Indonesia masih cukup besar, sehingga penjualan tetap akan tumbuh.

Direktur PT Suparma Tbk, Hendro Luhur mengatakan, dibanding dengan negara lain di ASEAN, konsumsi kertas di Indonesia masih cukup rendah. Rata-rata per kapita per tahun mengkonsumsi kertas 32 kg. Sementara di Malaysia dan Singapura sudah 109 kg dan 159 kg”Jadi potensinya masih cukup besar. Apalagi jumlah penduduk Indonesia juga cukup besar sehingga pertumbuhan itu masih realistis,”ujarnya di Jakarta, Rabu (26/11).

Dia mengatakan, kenaikan harga BBM memang diperkirakan akan memicu terjadinya inflasi. Selain itu daya beli juga bisa jadi akan menurun. Namun karena besarnya potensi pasar maka pertumbuhan penjualan itu masih terbuka lebar. Apalagi pasar kuliner, perhotelan dan rumah sakit juga tumbuh cukup pesat sehingga hal ini akan memicu kebutuhan aneka jenis kertas yang makin tinggi.

Saat ini bisa dipastikan hampir setiap akhir pekan semua hotel pasti penuh. Demikian juga bisnis kuliner juga semakin ramai. Dan mereka semua tidak bisa lepas dari kertas. "Karena itu, tahun 2015 nanti akan terjadi kenaikan yang cukup signifikan,”tandasnya.

Kemudian mengantisipasi permintaan pasar yang cukup besar, perseroan akan meningkatkan kapasitas produksinya terutama untuk kertas tissue. Hal ini menyusul akan dioperasikannya mesin produksi yang ke-9 pada awal tahun depan. Perseroan telah mengalokasikan dana investasi US$27,8 juta. Dana tersebut sekitar US$25 juta digunakan untuk menambah mesin produksi yang ke 9. "Sekitar 20% dari kas internal, dan sisanya dari pinjaman bank," ujar Hendro Luhur.

Dia menambahkan, mesin yang terbaru akan mulai di install pada akhir tahun ini dan diharapkan pada awal April 2015 nanti sudah bisa berproduksi. Diharapkan tambahnya mesin baru ini akan menambah kapasitas produksi kertas tissue 25 ribu metric ton per tahun. Maka dengan begitu nanti selama setahun, khusus untuk kertas tissue kapasitas produksinya akan menjadi 40 ribu MT per tahun. Sebab saat ini kapasitas terpasang kertas tissue sudah 15 ribu MT dengan utilisasi mencapai 98%.

Lanjutnya, tambahan kapasitas produksi kertas tissue ini nanti juga akan mengubah prosentase masing-masing divisi. Kalau tahun ini kertas tissue kontribusinya masih 15% terhadap total sales Rp 1,1 triliun hingga September kemarin, tahun depan bisa bergeser lebih besar. Sebab divisi kertas duplex dan kertas laminating juga sudah hampir full capacity,”Sekarang kertas duplex masih yang terbesar kontribusinya yakni 50%. Kemudian disusul kertas laminating 35%. Selanjutnya baru kertas tissue. Namun tahun depan setelah beroperasinya mesin 9, kertas tissue bisa lebih besar lagi,”ungkapnya. (bani)