Singapura Tertarik Berinvestasi di Cikarang

Penanaman Modal Asing

Kamis, 27/11/2014

NERACA

Jakarta – Presiden Director and CEO PT Lippo Cikarang Tbk Meow Chong Loh mengatakan, Singapura menyatakan minatnya untuk berinvestasi di kawasan industri Lippo Cikarang seiring dengan perkembangan investasi dan bisnis di kawasan ini.

"Lippo Cikarang memiliki lokasi terbaik, serta ditunjang fasilitas lengkap untuk berinvestasi. Pada saat ini banyak perusahaan asal Jepang, Korea, dan Taiwan mendominasi kawasan ini," kata Meow Chong Loh usai menerima kunjungan 50 pengusaha yang tergabung dalam Forum Singapore Business Federation (FSBF) di Cikarang, Jabar, Selasa, dikutip dari Antara di Jakarta, Rabu.

Kawasan industri Cikarang berawal dari masuknya Sumitomo diikuti perusahaan Jepang lainnya. Setelah itu masuk perusahaan asal Korea yang diawali Hyundai. Kemudian kawasan ini terus bertumbuh serta muncul perusahaan kaliber dunia seperti Toyota, Honda, Hankook, Danone, Coca-Cola, Bridgestone, bahkan sejak semester II 2012 arus investasi di kawasan ini semakin deras.

"Saat ini di kawasan ini telah terbentuk komunitas ekspatriat seperti Jepang, Korea, dan Taiwan. Kami terus membangun Lippo Cikarang tidak sekedar sebagai kawasan industri, tetapi juga permukiman dengan berbagai fasilitas pendukung," ujarnya.

Leow juga mengatakan, rencana pemerintah untuk memperluas Bandara Udara Internasional Karawang dan pembangunan Pelabuhan Laut Dalam di Cimalaya memberi nilai tambah bagi perusahaan internasional untuk berinvestasi di kawasan ini.

Rombongan pengusaha Singapura yang dipimpin Menteri Negara bidang Perindustrian dan Perdagangan Teo Ser Luck dan Direktur FSBF Alan Tan juga berkesempatan melakukan tatap muka dengan manajemen Cellini, perusahaan furnitur berlokasi di kawasan Delta Silicon 8 di atas lahan seluas 266 hektare melalui kerja sama operasi dengan Mandiri Group.

Sedangkan CEO Cellini Tan Cheng Whatt mengatakan, suatu kawasan menjadi tujuan investasi yang menarik apabila mendapat dukungan regulasi yang baik, salah satunya menciptakan iklim yang transparan, tanpa hal itu bisnis akan mengalami gangguan seperti terjadi di beberapa negara.

"Saya melihat Cikarang memiliki potensi yang sangat bagus, kalau terkait dengan serikat pekerja hampir semua negara juga mengalami persoalan yang sama. Tetapi harus diingat setiap orang butuh pekerjaan untuk itu butuh investasi serta dalam lima tahun mendatang harus full speed," ujarnya.

Lebih jauh Tan mengatakan, kompetisi di dunia furnitur semakin tinggi memasuki tahun 2015. "Terkait dengan hal itu kami sangat membutuhkan dukungan pemerintah Indonesia agar industri furnitur dapat terus berkembang dan bisa menciptakan serta menyerap banyak tenaga kerja untuk mendukung perekonomian," katanya.

Lebih jauh Meow mengatakan, Lippo Cikarang berkerja sama dengan Lippo Group tengah mengembangkan kota baru berstandar internasional Orange County di atas lahan seluas 322 hektare dengan total investasi Rp250 triliun.

Sebagai tahap awal pembangunan Orange County telah dipasarkan kondominium Irvine Suites untuk mengantisipasi tingginya minat hunian dari kalangan ekspatriat di kawasan ini, kata Meow.

Saat ini di dalam kawasan industri Lippo Cikarang terdapat 820 industri dengan luas 3.000 hektare dan total pekerja 350.000 orang. Kawasan ini telah dilengkapi dengan sekolah (Pelita Harapan), hotel bintang lima, arena hiburan Water Boom, permukiman, rumah sakit, dan pusat jajanan dan kuliner.

Sebelumnya, dikutip dari laman yang sama, Singapura menjajaki peluang bisnis di Indonesia, terutama sektor maritim, dengan bantuan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Teo Ser Luck dalam pertemuannya dengan jajaran pengusaha Kadin mengatakan meski masih penjajakan, sektor maritim adalah yang paling menarik karena negaranya sudah berpengalaman di bidang itu.

"Saya rasa pemerintah dan Kadin menyoroti sejumlah sektor yang begitu menarik, seperti misalnya maritim. Singapura juga punya pengalaman di sektor tersebut. Perusahaan kami sudah membangun banyak pelabuhan dan kami punya perusahaan terbesar yang berinvestasi di infrastrukturnya," jelasnya.

Luck menuturkan, sebagai mitra bisnis Singapura, Indonesia memegang peranan penting dalam ekonomi Asia. Oleh karena itu ia mengaku akan terus mencari peluang kerja sama, terutama mendekati Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Kendati demikian, Luck mengatakan pihaknya belum memastikan akan berinvestasi di bidang mana saja. Pasalnya, ia mengaku memberi kebebasan pada sektor swasta untuk melakukan penilaian dan memutuskan akan berinvestasi di sektor apapun. Terlebih, dalam kunjungannya itu, ia membawa serta sekitar 30 pengusaha dari berbagai sektor bisnis. "Sebagai pemerintah dan pemimpin negara, kami hanya mendukung saja," ujarnya.

Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto, dalam kesempatan yang sama, mengatakan negara tetangga itu begitu tertarik dengan beberapa sektor yang diberikan prioritas oleh pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Misalnya maritim, itu karena mereka memiliki kemampuan dan teknologinya. Jadi mereka menyampaikan niat mereka untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan maritim Indonesia," ujarnya.