Tingkatkan Daya Saing IKM Indonesia di Eropa

Kerjasama Indonesia-Belanda

Kamis, 27/11/2014

NERACA

Jakarta – Republik Indonesia dan Kerajaan Belanda telah mencapai kesepakatan dalam kerjasama bilateral antara kedua negara yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Kerjasama Teknik bidang Industri yang diwakili oleh Direktur Jenderal Kerjasama Internasional Kementerian Industri Agus Tjahajana dengan Duta Besar Kerajaan Belanda Tjeerd de Zwaan di Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Kemenperin, Rabu (26/11).

Kerjasama antara Kementerian Perindustrian RI dengan the Center for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI), agency atau Badan dari Kementerian Luar Negeri Belanda, sangat penting dan strategis karena bertujuan untuk meningkatkan daya saing sektor industri di Indonesia dan untuk mempromosikan produk Indonesia ke Uni Eropa/EFTA secara berkelanjutan (sustainable). Hal tersebut disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Kerjasama Industri Internasional (KII) Kemenperin Riris Marhadi dalam sambutannya pada acara Strategic Conference: Program Kerjasama dengan CBI MoFA Netherlands di Jakarta, 26 November 2014.

Strategic Conference bertujuan untuk membantu stakeholders terkait dapat memposisikan diri sebagai partner untuk mendukung peningkatan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) yang potensial, dalam upaya mereka untuk memasuki pasar internasional yang baru khususnya di Eropa. “Strategic Conference juga bertujuan untuk mengidentifikasi dan membahas tantangan pada sektor tertentu di dalam negeri, yang memungkinkan para pemangku kepentingan terkait dapat berkoordinasi lebih baik untuk mendukung daya saing dari IKM tersebut dan akses pasarnya di luar negeri,” tegas SesDitjen KII Kemenperin.

Dalam kesempatan tersebut, hadir 6 Expert International dari CBI Belanda yang meliputi Engineering Sector, Food Ingredient, Home Decoration and Home Textile, Fisheries dan Tourism. Sementara itu, sebanyak 80 orang hadir dan berpartisipasi aktif dalam acara tersebut. Mereka yang hadir terdiri dari pelaku IKM dan kementerian terkait seperti Kementerian Perindustrian; Kementerian Perdagangan; Kementerian Kelautan dan Perikanan; Kementerian Koperasi dan UKM; Asosiasi serta perwakilan UKM lainnya.

SesDitjen KII Kemenperin mengatakan, ruang lingkup kerjasama ini meliputi Market Intelligent, pembinaan ekspor, kegiatan pengembangan kelembagaan/Business Support Organization dan pertukaran informasi tentang perdagangan dan pembangunan kebijakan industri. Pada saat ini, kedua lembaga tersebut, menyepakati untuk melakukan kerjasama pada bidang Engineering/Metalworking dan Food Ingredients. Program akan dilakukan tahun 2013 – 2016 dan melibatkan setidaknya 20 perusahaan industri dari sektor Food Ingredients (seperti produk teh, kopi, olahan buah-buahan, dan lainnya) dan 17 perusahaan bidang Engineering (seperti suku cadang otomotif, elektronik). Diharapkan dari kerjasama ini, terjadi pertumbuhan ekspor pada sektor Food Ingredients sebesar € 7-9 juta selama periode 2013-2016, dan untuk Engineering Sector sebesar € 8,5 juta.

Selain dengan Kementerian Perindustrian, pihak CBI Belanda juga telah membuat kerjasama dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Bersama-sama lembaga tersebut mendukung perusahaan IKM dalam meningkatkan ekspor produk mereka ke Uni Eropa dalam bidang Home Decoration & Home Tekstil, dan Fisheries.

Program kerjasama dengan CBI Belanda ini merupakan Program Terpadu/Integrated Program yang melibatkan berbagai pihak antara lain UKM yang melakukan Ekspor, importir, Business Support Organization (BSO) dan otoritas pemerintah terkait.