KETUA DPRD KOTA SUKABUMI, AEP SAEPURAHMAN ; Penyusunan RAPBD Perlu Strategi

NERACA

Sukabumi - Tantangan utama pembangunan di daerah yakni penciptaan pertumbuhan ekonomi, penanggulangan kemiskinan, dan ketenagakerjaan, serta pembangunan tata kelola yang baik dan peningkatan sinergi, antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Hal tersebut, menurut Ketua DPRD Kota Sukabumi, Aep Saepurahman, dapat dilakukan melalui strategi penyusunan RAPBD, serta sinkronisasi antara RKPD, KUA, PPAS dan RAPBD. Selain itu, juga dapat dilakukan melalui penerapan prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi, serta membangunan komunikasi yang konstruktif, antara Pemerintah Daerah dan DPRD, termasuk menaati jadual, sesuai tahapan penyusunan APBD.

Ditandaskannya, kebijakan pendapatan harus terukur dan rasional, serta tidak memberatkan dunia usaha dan masyarakat. Demikian pula kebijakan belanja daerah, harus dialokasikan secara riil dan merata, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Sedangkan hal-hal khusus di Kota Sukabumi, sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Kota Sukabumi, semua pihak harus secara konsisten dan berkesinambungan mengalokasikan anggarannya, sesuai dengan program dan kegiatan pada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ketua DPRD Kota Sukabumi mengatakan, dengan Otonomi Daerah atau Otda, telah terjadi perubahan paradigma, khususnya dalam penyelenggaraan pemerintahan dan penyusunan APBD, yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, dengan model perumusan kebijakan, melibatkan tiga elemen yang terintegrasi, yakni masyarakat, DPRD dan eksekutif.

Untuk itu, akurasi perumusan kebijakan oleh eksekutif dan legislatif, sangat dipengaruhi oleh kemampuan dalam melakukan identifikasi masalah dan kebutuhan masyarakat. Begitu pula diperlukan keluasan pengetahuan dan keakhlian fungsional, dalam bidang yang akan diputuskan yang aksesnya kepada masyarakat, baik langsung maupun melalui kelompok-kelompok masyarakat.

“Jadi penyusunan RAPBD tidak bisa sembarangan atau seenaknya saja dibuat. Penyusunan RAPBD perlu strategi dan sinkronisasi antar kepentingan,” tandas Ketua DPRD Kota Sukabumi.

BERITA TERKAIT

Raih Berbagai Prestasi, Bupati Eka: Semua itu Adalah Bonus Kinerja Jajaran OPD dan Rakyat Tabanan

Raih Berbagai Prestasi, Bupati Eka: Semua itu Adalah Bonus Kinerja Jajaran OPD dan Rakyat Tabanan  NERACA Tabanan, Bali - Entah…

100 Persen Sampah Plastik Bisa Didaur Ulang

100 Persen Sampah Plastik Bisa Didaur Ulang NERACA Jakarta – Sebanyak 100 persen sampah plastik bisa didaur ulang yang menjadi…

Komoditas Turun Harga, Kota Sukabumi Alami Deflasi

Komoditas Turun Harga, Kota Sukabumi Alami Deflasi   NERACA Sukabumi - Banyaknya beberapa komoditas alami penurunan harga di lapangan, Kota Sukabumi…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Kemenperin Gelar Workshop Digital Marketing IKM LMEA - Dukung Peningkatan IKM

Kemenperin Gelar Workshop Digital Marketing IKM LMEA Dukung Peningkatan IKM NERACA Sukabumi – Guna mendukung pemasaran produk Industri Kecil Menengah…

76 Desa di Sumatera Selatan Ajukan Pemekaran

76 Desa di Sumatera Selatan Ajukan Pemekaran   NERACA Palembang - Sebanyak 76 desa di Sumatera Selatan mengajukan pemekaran ke Gubernur…

Pemulung dan Industri Daur Ulang Terancam Kebijakan Larangan Plastik

Pemulung dan Industri Daur Ulang Terancam Kebijakan Larangan Plastik NERACA Jakarta – Sebanyak 100 persen sampah plastik bisa didaur ulang…