Bisnis Properti Tak Terkendala Harga BBM

Sabtu, 29/11/2014

NERACA

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berakibat langsung terhadap peningkatan biaya konstruksi semua proyek properti, dinilai pengembang tidak akan melemahkan daya beli masyarakat terhadap kebutuhan properti baik untuk keperluan hunian maupun keperluan investasi.

Lantaran hal tersebut properti masih menjadi investasi prospektif yang tetap menjadi incaran pengembang dikala perekonomian sedang mengalami ketidakpastian akibat kenaikan BBM saat ini.

"Di tengah kondisi yang sedang berkontraksi akibat kenaikan harga BBM dan lonjakan suku bunga bank, saya yakin industri properti tetap menjanjikan pertumbuhan yang signifikan,"tutur Direktur Utama PT Pancanaka Indonesia, salah satu anak usaha Pancanaka Propery Group, Muhammad Sulhan Fauzi

Menurut Fauzi, kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp2.000 yang ditetapkan oleh pemerintahan baru Jokowi-JK pada 18 November lalu dinilai pengembang tidak memberikan dampak yang signifikan bagi industri properti. Pasalnya,pelaku bisnis properti sudah belajar dari era krisis dan era bertumbuh.

“Untuk itulah, berdasarkan pengalaman, investasi properti tetap akan memberikan keuntungan paling tinggi. Apalagi kalau kita jeli melihat properti, bukan sekadar lokasi, melainkan juga momentum dan aksesibilitasnya,” ujar Fauzi.

Rasa optimistis tersebut ditunjukkan oleh Pancanaka Property Group. Ditengah kenaikan harga BBM bersubsidi yang menyebabkan harga bahan bangunannaik, Pancanaka Property Group telah menyiapkan sejumlah proyek. Salah satunya yaitu Core Sky Residence & Office yang berlokasi di Sentra Primer Jakarta Timur. Proyek apartemen dan komersial ini mengincar segmen menengah atas.