Masih Ada Ruang Buat IHSG Menguat

Kamis, 27/11/2014

NERACA

Jakarta – Setelah sempat terkoreksi, akhirnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (26/11) akhirnya mampu balik arah dan ditutup menguat 14,091 poin (0,28%) ke level 5.133,036. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 3,310 poin (0,38%) ke level 884,587. Penguatan IHSG ditopang berkat penguatan saham-saham di sektor aneka industri. Aksi beli mulai marak jelang penutupan perdagangan.

Analis Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, bahwa aksi beli saham oleh pelaku pasar asing masih berlanjut sehingga indeks BEI kembali berada di area positif,”Capital inflow yang masih terus berlanjut, merupakan salah satu sinyal positif dari pergerakan IHSG BEI pada Rabu," katanya di Jakarta, Rabu (26/11).

Kondisi itu, menurut William Suryawijaya, membuka potensi bagi indeks BEI untuk kembali melanjutkan tren penguatannya meski sempat terjadi sedikit tekanan wajar pada beberapa saham-saham di Bursa Efek Indonesia."Secara teknikal, pembentukan pola tren penguatan sudah mulai terlihat, IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan pada pekan ini,”tandasnya.

Pada perdagangan kemarin, selain saham di sektor aneka industri, saham-saham di agrikultur, pertambangan, konstruksi, manufaktur, dan konstruksi juga rata-rata berhasil menguat. Transaksi investor asing hingga sore tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 692,357 miliar di seluruh pasar, sedangkan di pasar reguler hanya Rp 137,269 miliar.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 218.617 kali dengan volume 5,74 miliar lembar saham senilai Rp 4,703 triliun. Sebanyak 145 saham naik, 140 turun, dan 103 saham stagnan. Bursa-bursa regional masih bergerak variatif hingga siang. Pasar saham Tiongkok dan Hong Kong mampu bertahan di zona hijau.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 975 ke Rp 60.975, United Tractor (UNTR) naik Rp 475 ke Rp 18.175, Tigaraksa (TGKA) naik Rp 435 ke Rp 2.400, dan Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 300 ke Rp 4.150. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 69.500, Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 16.000, Siloam (SILO) turun Rp 325 ke Rp 14.025, dan XL Axiata (EXCL) turun Rp 275 ke Rp 5.075.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup melemah tipis 8,472 poin (0,17%) ke level 5.110,473. Sementara Indeks LQ45 berkurang 1,389 poin (0,16%) ke level 879,888. Setelah naik ke titik tertingginya di 5.131, IHSG langsung kena koreksi. Investor asing masih terus melepas saham gara-gara kurangnya sentimen positif.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 127.102 kali dengan volume 3,057 miliar lembar saham senilai Rp 2,173 triliun. Sebanyak 114 saham naik, 159 turun, dan 73 saham stagnan. Bursa-bursa regional masih bergerak variatif hingga siang. Pasar saham Tiongkok dan Hong Kong mampu bertahan di zona hijau.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah United Tractor (UNTR) naik Rp 475 ke Rp 18.175, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 425 ke Rp 60.425, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 375 ke Rp 13.325, dan Mayora (MYOR) naik Rp 200 ke Rp 25.775. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 575 ke Rp 4.025, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 69.500, Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 16.000, dan Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 400 ke Rp 7.000.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat 6,29 poin atau 0,12% ke posisi 5.125,23 , sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik sebesar 1,58 poin atau 0,18% ke posisi 882,86. Kata analis Samuel Sekuritas, Tiesha Narandha Putri, bursa Asia, termasuk IHSG BEI bergerak terbatas di tengah penurunan harga minyak mentah brent sebesar 1,7%, akibat kekhawatiran tidak terjadinya kesepakatan penurunan persediaan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC),”Penurunan harga minyak juga diikuti dengan penurunan harga logam seperti nikel dan timah,”ujarnya.

Namun di sisi lain, lanjut dia, meski harga minyak turun, harga komoditas lunak seperti kedelai dan jagung mengalami kenaikan masing-masing 1,7% dan 1,8%."Saham-saham di sektor perkebunan di dalam negeri diperkirakan dapat bergerak menguat pada Rabu seiring dengan penguatan harga 'soft commodity'," katanya.

Sementara itu, Kepala Riset Recapital Securities Andrew Argado mengatakan bahwa minimnya sentimen dari regional maupun dalam negeri membuat pergerakan indeks BEI akan terbatas,”IHSG BEI sedang bergerak dalam fase konsolidasi, pergerakan indeks BEI diperkirakan 'mixed' seiring pelaku pasar yang mengambil posisi 'wait and see'. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5.080-5.130,”ungkapnya.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 8,90 poin (0,04%) ke 23.852,81, indeks Nikkei turun 39,06 poin (0,22%) ke 17.368,56, dan Straits Times melemah 12,06 poin (0,36%) ke posisi 3.332,93. (bani)