Jasa Marga Setor Modal Rp 44 Miliar

Kamis, 27/11/2014

Komitmen PT Jasa Marga Tbk (JSMR) memperlebar bisnis jalan tol, dibuktikan perseroan dengan penandatanganan usaha patungan pada 25 November 2014 dalam rangka pembentukan atau pendirian perseroan terbatas yang bergerak di bidang pengusahaan jalan tol.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (26/11), disebutkan, para pihak dalam perjanjian usaha patungan adalah perseroan, PT Waskita Karya Tbk, PT Pembangunan Perumahan Tbk dan PT Hutama Karya. Nama perusahaan yang akan didirkan oleh para pihak tersebut yakni PT Jasamarga Kualanamu Tol atau nama lain yang akan disepakati dan disetujui Kementerian Hukum dan HAM.

Perseroan akan melakukan penyertaan pada perusahaan baru dengan nilai Rp44.000.000.000 atau sebanyak 44.000 saham yang mewakili 55% dari total saham perusahaan patungan. Dijelaskan, nilai penyertaan ini bukan merupakan transaksi material sebagaimana yang diatur dalam peraturan No. IX.E2 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK tangal 28 November 2011.

Sebelumnya, Jasa Marga juga tengah membangun jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. Maka guna mendanai pembangunan jalan tol tersebut, PT Jasa Marga Tbk berencana menjajaki pinjaman sekitar Rp 2,8 triliun dan targetnya, pinjaman tersebut sudah bisa dikantungi pada kuartal pertama tahun 2015, “Sebelum menjajaki pinjaman tersebut, perseroan akan menyelesaikan pembentukan perusahaan patungan (joint venture/JV) bernama PT Jasamarga Kualanamu Tol. Pembentukan JV tersebut sedang tahap finalisasi,”kata Direktur Keuangan Jasa Marga, Reynaldi Hermansyah.

Dirinya menuturkan, saat ini pembentukan JV sedang tahap penyelesaian administrasi pembentukan badan hukum dan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. Pada 23 September 2014, Jasa Marga resmi memimpin konsorsium pekerjaan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi II. Dalam proyek ini, Jasa Marga mengantongi 55 persen saham, sedangkan PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) dan PT Hutama Karya masing-masing 15 persen. Ruas Medan-Kualanamu-TebingTinggi sepanjang 60 kilometer (km) ini memiliki nilai investasi sekitar Rp 4 triliun. (bani)