Hunian Eksklusif Pilihan Investasi

Apartemen Bailey's Lagoon

Sabtu, 29/11/2014

NERACA

Menyiapkan dana untuk masa depan tidak akan cukup jika hanya disimpan di tabungan atau deposito saja.Sedini mungkin, calon investor bisa mulai memikirkan jenis-jenis investasi apa yang bisa dilakukan sesuai dengan target dan kebutuhan finansial yang ingin dicapai.

Money market, deposito berjangka, bonds, reksadana adalah contoh investasi yang cukup aman untuk jangka pendek.Sedangkan stock lebih tepat untuk investasi jangka menengah atau panjang karena fluktuasi dan resiko stok lebih besar dibandingkan jenis investasi lainnya.

Jenis investasi tidak hanya terbatas dengan produk-produk perbankan.Bisa juga dalam bentuk properti, tanah, rumah, dan apartemen. Untuk apartemen, hunian eksklusif yang berada di pusat lokasi bisnis bisa menjadi pilihan investasi. Seperti Apartemen Bailey’s Lagoon misalnya.

Kompleks hunian eksklusif yang berlokasi strategis di Jl Ciputat Raya, Tangerang Selatan, Banten ini dilengkapi dengan dua menara apartemen yang masing-masing memiliki dua sayap dengan kapasitas total 1.200 unit. Bailey’s Lagoon dilengkapi dengan town house dan area komersial ruko, dan rukan

Sejak diperkenalkan kepada publik pada Oktober 2013, menara A Bailey's Lagoon terjual sekitar 70%. Kini, PT Bina Usaha Nusantara (BUN), pengembang proyek senilai Rp 300 miliar itu memulai pembangunan apartemen di Menara A. Selanjutnya, Menara B Bailey's Lagoon bakal dibangun pada 2015.

Komisaris utama PT Bina Usaha Nusantara (BUN), Dedi Setiadi menuturkan bahwa penjualan apartemen di kawasan tersebut masih cukup potensial. Ini karena lokasinya bagus di pusat bisnis Ciputat, ke Pondok Indah, Jakarta Selatan, dan tol JORR hanya tiga kilometer

Sementara itu, lanjut dia, terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, pembeli apartemen Bailey's Lagoon bisa menikmati kenaikan harga hampir 100%. Sekadar gambaran, saat diluncurkan, harga yang ditawarkan sekitar Rp 165 juta per unit, kini sudah menyentuh Rp 300 juta per unit.

"Hal itu karena harga material juga naik," ujar dia

Tower A yang dibangun lebih dulu memiliki tiga sayap (wing), sedangkan tower B duawing. Ada tiga tipe yang ditawarkan, mayoritas (70%) tipe studio (19,8 m2). Lalu, sebanyak 20% tipe satu kamar dengan ukuran semigross 24,61 m2. Sedangkan sebanyak 10% adalah tipe dua kamar tidur semigross 49,61 m2. Harganya berkisar Rp300 -700 jutaan.