Saham Trada Maritime Kembali Disuspensi

Kembali terkoreksinya harga saham PT Trada Maritime Tbk (TRAM) yang cukup signifikan, menjadi alasan bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham perseroan. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (26/11).

Kata P.H Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Zakky Ghufron, harga saham Trada Maritime menurun Rp1.260 atau 68,29% dari harga Rp1.845 pada 5 Juni 2014 menjadi Rp585 pada 25 November 2014,”Sehubungan dengan penurunan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Trada Maritime, maka Bursa perlu melakukan penghentian sementara perdagangan saham TRAM pada hari ini," kata Zakky.

Dia menjelaskan, suspensi tersebut dilakukan dalam rangka cooling down. Suspensi dilakukan di pasar reguler maupun tunai, dengan tujuan memberikan waktu yang memadai kepada pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham TRAM.

Dia juga berharap kepada sejumlah pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan jasa pelayaran dan angkutan laut tersebut.Sebelumnya, perdagangan saham PT Trada Maritime Tbk keluar masuk suspensi BEI. Kala itu, suspensi saham TRAM dilakukan sejak 6 Juni 2014 karena pemberitaan negatif yang menyingung perusahaan. Selain itu, juga berkaitan dengan surat gagal bayar (default) dari kreditur International Finance Corporation, di mana perseroan diwajibkan membayar utang pokok US$ 30,57 juta dan tunggakan bunga serta biaya lainnya senilai US$ 774,36 ribu dalam jangka waktu tiga hari kerja. (bani)

BERITA TERKAIT

Dafam Patok Harga IPO Rp 115 Per Saham

Pemilik jaringan hotel Dafam, PT Dafam Property Indonesia Tbk mematok harga penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO)…

RS Hermina Bidik Dana IPO Rp 1,75 Triliun - Harga Rp3.7000 –Rp.500 Per Saham

NERACA Jakarta – Menjangkau pasar lebih luas lagi dengan terus membangun rumah sakit baru, induk perusahaan rumah sakit Hermina, PT…

Royal Prima Lepas 2 Miliar Saham Ke Publik - Akusisi Rumah Sakit

NERACA Jakarta – Menyusul beberapa perusahaan rumah sakit yang lebih dahulu listing di pasar modal, tahun ini pihak BEI juga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…