Banten Bakal Jadi Pusat Investasi Properti - 2015

NERACA

Bagi sebagian orang bisnis properti menjadi pilihan yang sangat tepat untuk kedepannya, karena harga properti semakin lama semakin meningkat harganya, namun pada tahun 2015 diprediksi pertumbuhan properti diwilayah Barat Jakarta akan mengalami pertumbuhan yang sangat baik.

Hal tersebut diungkapkan pendiri Lippo Grup, Mochtar Riady, saattalkshowyang digelar Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) Banten bertema “Outlook & Strategi Developer Besar Banten dalam Menghadapi AFTA 2015” di The Spring Summarecon, Serpong, Senin (24/11).

"Tren pertumbuhan properti cepat. Hampir seluruh lahan di Jakarta dan Banten sudah dikuasai developer," ungkapnya. Menurutnya, developer besar sudah mengembangkan kawasan hunian maupum komersial di Barat Jakarta. Pasalnya, wilayah Barat Jakarta mempunyai kelebihan dari akses maupun infrastruktur yang mendukung. Seperti Bandara Soekarno-Hatta, Mass Rapid Transport (MRT), dan akses tol yang tembus ke wilayah lain.

"Akses ini sangat mempengaruhi bisnis properti. Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi developer," katanya. Kata dia, aksesibilitas di Barat Jakarta hingga ke Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, jadi kawasan industri dan pergudangan juga membutuhkan hunian. Hunian ini diperuntukan bagi karyawan perusahaan di kawasan industri. "Ini menjadi celah developer besar untuk mengembangkan properti," ujarnya.

Terkait developer menghadapi pasar bebas ASEAN 2015 mendatang, ia berpendapat sumber daya manusia dalam bidang properti sudah cukup bagus. Meski demikian, perlu ditingkatkan pengetahuan bidang properti hingga kemampuan bahasa asing. "Ini tugas Arebi untuk meningkatkan agen kapasitas agen properti," ujarnya.

Sedangkan Direktur Marketing PT Paramount Land, Andreas Nawawi, menuturkan, Gading Serpong wilayah yang strategis. Akses bisa langsung dari jalan tol dan mudah ke Bandara Soekarno-Hatta. "Saat ini kami memilililand banksekira 1.200 hektare. Dan akan terus dikembangkan dengan membangun hotel. Serpong ini perkembangan sangat cepat," ucapnya.

Sementara, Sales and Marketing Citra Raya (Ciputra Grup), Yance Onggo, menyatakan, saat ini pihaknya tengah mengembangkan luas lahan 2.000 hektare di wilayah Maja, Kabupaten Lebak, Banten dengan nilai investasi Rp 10 triliun. Pihaknya melirik wilayah Banten dengan memperhatikan akses jalur kereta dari Jakarta ke Maja serta jalan tol Serpong-Balaraja. Untuk tahap pertama bakal dikembangkan seluas 400 hektare.

"Ini akan menjadi kota mandiri di Maja. Dengan konsepTown of Development(ToD) dengan akses infrastruktur bisa kerta api maupun mobil," terangnya. Untuk wilayah Banten, dirinya memprediksi prospek pada bisnis hunian dan komersial sangat cepat. Kemungkinan di 10 tahun ke depan lahan di Banten bakal dipenuhi perumahan dan kawasan bisnis. "Proyek di Maja ini kami siapkan untuk masyarakat kelas premium diharga Rp 119 juta," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Tangerang Minta Pemprov Banten Revitalisasi Jalan Penyebab Kemacetan

Tangerang Minta Pemprov Banten Revitalisasi Jalan Penyebab Kemacetan  NERACA Tangerang - Wakil Wali Kota Tangerang H Sachrudin mengusulkan agar Pemprov…

Penjelasan Belum Memuaskan - BEI Bakal Kembali Panggil Manajemen SOCI

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meminta manajemen PT Soechi Lines Tbk (SOCI) meminta penjelasan terkait dengan…

Perketat Saham-Saham Bermasalah - BEI Bakal Tambah Jumlah Kriteria I-Suite

NERACA Jakarta – Kebijakan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimplementasikan sistem i-suite pada saham emiten yang bermasalah, direspon positif pelaku…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…