Investor Asing Membanjiri Industri Properti Indonesia

Pasar Properti 2015

Sabtu, 29/11/2014

Pasar properti di tahun 2015 diperkirakan akan dibanjiri oleh Investor asing. Ini dimungkinkan sehubungan dengan makin transparannya prosedur hukum yang dapat menjamin kepastian.

NERACA

Kepastian dan hukum yang transparan tersebut sangat mendukung ekspansi bisnis perusahaan pengembang asing berjalan sesuai ekspektasi. Pada gilirannya sektor properti Indonesia pun dapat kembali pulih dan tumbuh seperti tahun 2012 lalu.

“Tren bisnis properti tahun 2015 pun diprediksi akan mengikuti tahun 2012. Saat itu, daya beli dan jangka waktu penyerapan properti akan bergerak cepat. Namun demikian, lonjakan pertumbuhan harganya memang tidak akan setinggi dua tahun lalu,” cetus Ketua DPD REI Jakarta Amran Nukman.

Selain transparansi prosedur hukum, kata Hendra, investor dan pengembang asing, melihat peluang pasar properti Indonesia karena trenreboundtersebut. Beberapa di antaranya akan mulai melakukan eksekusi rencana bisnisnya.

Amran optimis pasar properti Indonesia akan kembali cerah pada 2015. Meskipun, pada 2014 terjadi perlambatan akibat situasi politik di Indonesia.

Ketua DPD REI Jakarta Amran Nukman mengatakan, tahun 2014 menjadi tahun politik, oleh karena itu para pengembang properti wait&see. Namun, dirinya yakin bahwa iklim investasi akan semakin membaik terutama bila dikaitkan dengan stabilitas ekonomi makro yang didukung kebijakan moneter, fiskal dan sektor riil.

“Komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan daya saing juga menjadi faktor pendukung pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain proyek perbaikan kinerja salah satunya di dorong oleh industri properti," katanya di Jakarta.

Dengan adanya dukungan positif tersebut, dia meyakini bahwa 2015 sektor properti akan tumbuh dan memiliki prospek yang cerah.

"Selain itu berbagai proyek infrastruktur yang terus berkembang di Jakarta dan sekitarnya akan mendorong pertumbuhan properti tahun depan. Seperti pembangunan MRT, jalan tol, danrute buswaybaru yang tentunya akan memberikan efek positif," ungkap Amran.

Amran menambahkan, kondisi perlambatan yang terjadi saat ini tak perlu dirisaukan karena properti merupakan instrumen investasi jangka panjang.

"Seiring dengan potensi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kebutuhan, prospek investasi properti juga akan kembali mencorong. Perlambatan yang ada saat ini bukan berarti stagnan, tapi masih tetap tumbuh," tegasnya.

Pertumbuhan investasi 2015

Investasi properti pada 2015 mendatang akan tumbuh lebih signifikan dibanding tahun 2014 yang diperkirakan hanya mencapai USD130 miliar. Tetapi, selama 2014, volume transaksi pada kuartal tiga 2014 naik hanya satu persen, atau sekira USD30,3 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu. Volume tiga kuartal pertama pada 2014 tercatat juga turun hingga 5 persen pada periode yang sama di akhir tahun 2013.

"Ada sejumlah dana besar ekuitas swasta mendekati jatuh tempo di seluruh Asia Pasifik. Bagaimanapun modal yang tersedia di pasar akan mudah menyerap pelepasan tersebut. Mengingat tingkat modal yang dialokasikan untuk real estat di Asia Pasifik dan permintaan terus melebihi jumlah aset yang tersedia. Ini tantangan besar yang dihadapi pasar yakni kekurangan pasokan

produk investable," ujar Head of Asia Pasific Capital Markets JLL Stuart Crow.

Sementara itu, Kepala Riset dari Asia Pacific Capital Markets Megan Walters menyebut, naiknya investasi real estat pada 2015 mendatang berasal dari dana ekuitas swasta, dana pensiun, REITs, asuransi, HNWs dan pengembang.