Tahun Depan, Penjualan Otomotif Diprediksi Stagnan

Sabtu, 29/11/2014

NERACA

Penutupan akhir tahun 2014 kian dekat, banyak persoalan ditahun 2014 yang membuat industri otomotif Indonesia terus berkembang dan ada juga ada yang berjalan ditempat dari sisi penjualannya.

Namun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi penjualan mobil pada 2015 akan relatif sama dengan 2014 atau tetap pada posisi 1,2 juta unit karena pertimbangan inflasi, nilai tukar, dan suku bunga Bank Indonesia.

"Kami per kuartal melakukanreview, saat ini kami melihat untuk tahun depan akan sama 1,2 juta, dengan catatan setelah masuk kuartal pertama, kami akanreviewkembali untuk melihat," kata Ketua Gaikindo Sudirman MR di Jakarta, Senin.

Sudirman mengatakan, kondisi pasar otomotif sejatinya akan mengikuti pertumbuhan ekonomi secara nasional, jadi jika ada tekanan pada perekonomian nasional, maka pasar otomotif akan ikut tertekan.

Kenaikan bahan bakar minyak (BBM), menurut Sudirman akan sangat menggangu penjualan para ATPM walaupun saat ini belum terlalu berdampak langsung, mungkin tahun depan akan mulai merasakan, karena daya beli masyarakat akan berkurang.

"Pada saat ekonomi tumbuh baik, GDP 5,6 persen-5,7 persen enam tahun berturut-turut, otomotif ini tumbuh 24,3 persen, pada tahun ini, GDP 5,1 persen, kami tertekan sama seperti tahun lalu 1,2 juta unit," ujar Sudirman.

Sudirman menambahkan, pasar yang sama juga akan dialami segmen mobil murah ramah lingkungan(low cost green car/LCGC), dimana kontribusinya 13 persen hingga 14 persen dari keseluruhan penjualan mobil nasional.

Sementara, lanjut Sudirman, pasar ekspor untuk LCGC diperkirakan akan mencapai 200 ribu unit, walaupun agak berat dan Indonesia belum menemukan pasar baru.

"Walaupun agak berat, kami sedang kalkulasi ulang, teman-teman mengatakan bisa terealisasi, tapi akan dihitung ulang. Kalau pun meleset paling 10 persen," tambah Sudirman.