Menkop: Bank Pelaksana KUR akan Dikurangi

Rabu, 26/11/2014

NERACA

Jakarta - Bank pelaksana Kredit Usaha Rakyat (KUR) akan dikurangi mulai 2015 untuk menekan tingkat kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) yang dinilai mulai mengkhawatirkan. "Salah satu catatan, kita akan melakukan pengurangan bank pelaksana KUR," kata Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di Jakarta, Selasa (25/11).

Dia mengatakan hal itu dilakukan salah satunya untuk menekan tingkat kredit bermasalah yang mulai menembus angka psikologis. Pihaknya mencatat secara umum NPL KUR nasional sebesar 4,2%. Akan tetapi ada beberapa bank pelaksana yang kredit bermasalahnya mencapai 10%.

"Secara umum NPL 4,2% tapi ada beberapa yang 10% ini perlu kita evaluasi. Sementara beberapa waktu lalu kami ke BRI di sana dilaporkan pelaksanaan KUR bagus sekali dengan NPL hanya 2,9%," katanya.

Tingkat penyaluran tertinggi KUR selama ini juga dipegang oleh BRI, yang menurut Puspayoga, karena selama ini PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memang fokus pada bisnis inti di segmen KUKM. "Ke depan harus ada evaluasi. Tapi KUR akan tetap dilanjutkan karena masih dibutuhkan. Saya sudah bicara dengan Menko Perekonomian (Sofyan Djalil) dan akan segera dirapatkan. Yang jelas KUR masih dibutuhkan oleh masyarakat," jelas dia.

Selain itu, pihaknya juga segera melakukan koordinasi untuk membahas nasib KUR termasuk mewacanakan KUR hanya akan dilaksanakan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. "Apapun namanya nanti, KUR akan tetap dilanjutkan," tandasnya. [rin]