Lippo Cikarang Incar Penjualan Tumbuh 15% - Hadirkan Proyek Superblok Baru

NERACA

Jakarta – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi memberikan dampak terhadap naiknya harga jual rumah dan kondisi ini menjadi potensi pendapatan yang bakal diraup perusahaan properti, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) pada tahun 2015.

Oleh karena itu, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan 15% menjadi Rp 2,3 triliun pada 2015 dari proyeksi penjualan akhir tahun sebesar Rp 2 triliun,”Penjualan akan dikontribusi dari penjualan superblok Orange Country di Cikarang," kata Presiden Direktur Lippo Cikarang, Meow Chong Lohdi di Cikarang, Selasa (25/11).

Dia mengatakan, kawasan mix used Orange Country seluas 332 hektare (ha) diharapkan dapat mendukung target penjualan tersebut. Saat ini perseroan tengah membangun tower pertama dari total 12 tower yang direncakan yakni Irvine Suites. Superblok tersebut akan terdiri dari sekolah pelita harapan, rumah sakit, perkantoran, tower iconic dan 12 tower kondominium,”Kami harap penjualan tumbuh 15% hingga 20%, utamanya dari proyek Orange Country. Pembangunan tower pertama akan dirilis tanggal 29 November mendatang, dari 500 unit, 100 unit sudah terjual,”paparnya.

Irvine Suites sendiri terdiri dari pilihan desain dan luas unit mulai 41 meter persegi (m2) dengan satu tidur hingga 128 m2 dengan tiga kamar tidur. Fitur pola interconnectable-nya memungkinkan pilihan satu modul sebagai unit satu kamar tidur bisa dikombinasikan dengan pilihan dua modul menjadi dua kamar tidur dan seterusnya.

Chong Loh mengatakan pembangunan tower kedua Orange Country, direncanakan pada kuartal-I 2015, dilanjutkan dengan pembangunan Orange Country Business Distric seluas 13,5 ha. "Total investasi Orange Countri senilai Rp 250 triliun akan dibiayai dari belanja modal (capital expenditures/ capex) multi years, semuanya dari internal cash selama lima tahun," tambahnya.

Adapun per September 2014, perusahaan mencatatkan penjualan sebesar Rp 1,6 triliun, terdiri dari penjualan tanah industri dan komersial sebesar Rp 805,14 miliar dan penjualan marketing sebesar Rp 656,2 miliar. Perusahaan juga mencatatkan kenaikan laba bersih 60,99 persen menjadi Rp 680,21 miliar dari Rp 422,52 miliar setahun lalu, didorong pertumbuhan pendapatan sebesar 53,81 persen menjadi Rp 1,32 triliun dari Rp 858,42 miliar.

Belum lama ini, PT Lippo Cikarang Tbk memulai pembangunan proyek superblok Orange Country di Cikarang, Bekasi dengan nilai investasi hingga Rp 60 triliun. Pada tahap awal perseroan akan mulai mengembangkan lahan seluas 13,25 ha. Pada tahap awal ini perseroan akan membangun proyek residensial seperti apartemen dan proyek komersial seperti hotel, pusat perbelanjaan, rumah sakit, serta area bisnis.

Perseroan memproyeksikan bahwa dalam kurun waktu 10 tahun nilai kapitalisasi tahap awal proyek superblok Orange Country dapat mencapai Rp 150 triliun.Sedangkan, nilai pembangunan proyek diperkirakan sebesar 40% dari kapitalisasi. (bani)

BERITA TERKAIT

CPRO Incar Penjualan Ekspor US$ 100 Juta

NERACA Jakarta – Sampai dengan akhir tahun 2018, PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) menargetkan penjualan ekspor udang olahan mencapai…

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

PSSI Targetkan Pendapatan Tumbuh 20% - Tambah Armada Kapal

NERACA Jakarta – Kembali menggeliatnya industri pertambangan batu bara menjadi berkah bagi perusahaan jasa angkutan pelayaran batu bara untuk memacu…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…