Mendesain Hunian Kawasan Banjir

Pilihan Akhir Menghadapi Siklus Tahunan

Sabtu, 29/11/2014

Musim penghujan memang kerap kali menimbulkan permasalahan. Bencana banjir sendiri memang susah untuk diprediksi. Saat musim penghujan tiba, permasalahan disebuah hunian memang kerap kali muncul, tidak hanya atap hunian yang rapuh saja, pada saluran pembuangan air juga terkadang bisa mengalami masalah. Lingkungan yang banjir terkadang membuat saluran pembuangan air menjadi tersumbat, akhirnya rumahpun bisa menjadi banjir.

Memang tidak ada yang mau tinggal dikawasan yang sering dilanda banjir, namun bila tidak ada pilihan lain, mendesain hunian yang anti banjir mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat. Salah satunya mendesain hunian yang memiliki pondasi tinggi atau mendesain hunian panggung. Dan ketinggian tiang panggungnya pun bervariasi, tergantung dari keadaan alam daerah asalnya.

Seperti hunianTongkonan di Toraja, Selaso Jatuh Kembar di Riau, Hunian Limas di Palembang, serta Hunian Banjar dan Hunian Bolon dari Kalimantan dan Sumatra Utara. Setiap hunian panggung mempunyai nilai estetikanya tersendiri, dikarenakan pengaruh budaya, lingkungan, dan juga pengaruh dari mayoritas agama yang dianut.

Sesuai namanya, hunian panggung adalah hunian yang didesain menyerupai sebuah panggung dengan hunian diatasnya. Jadi, lantai hunian tidak bersentuhan langsung dengan tanah dan disangga dengan tiang penopang. Tinggi tiang bervariasi, biasanya diatas 2 m. Tetapi seperti yang telah disinggung sebelumnya, tergantung dari daerah di mana hunian tersebut dibangun. Hunian panggung zaman dahulu umumnya terbuat dari kayu. Sangat jarang ditemukan hunian panggung yang terbuat dari susunan bata maupun cor beton.

Konstruksi hunian panggung harus ringan, maka dari itu, biasanya menggunakan konstruksi kayu dengan pondasi umpak, karena selain lebih ringan dari konstruksi beton, juga sudah teruji kekuatannya mengingat dari dulu nenek moyang kita sudah menggunakan bahan ini sebagai bahan pembuat hunian. Sampai saat ini, beberapa hunian panggung yang masih bertahan tetap menggunakan kayu sebagai bahan konstruksinya. Selain mengikuti tradisi, sifat kayu yang menyesuaikan dengan suhu sekitar menjadi alasannya.

Pada umumnya, ruangan terdepan adalah ruang tamu, kemudian masuk ke ruang tengah dan kamar, lalu berakhir di dapur yang merupakan bagian paling belakang dari hunian. Pada beberapa desain hunian panggung (khususnya yang dibuat oleh suku-suku yang mendapat pengaruh islam) terdapat perbedaan terntentu. Seperti pada hunian panggung melayu yang membedakan tempat masuknya perempuan dan lelaki (khusus tamu). Toilet biasanya terletak terpisah dari hunian, di halaman belakang hunian bersamaan dengan kandang ternak. Tetapi ada beberapa yang memanfaatkan kolong hunian menjadi kandang ternak, tempat kerja, garasi, maupun gudang.

Konsep hunian panggung sebenarnya memiliki skenario antisipasi dan pencegahan. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa konsep hunian panggung adalah bangunan berkaki dimana dasar bangunan diangkat keatas sehingga tidak menyentuh tanah. Jarak lantai bangunan dari tanah variatif, antara satu sampai dua meter. Jika dahulu hunian panggung dikonsep oleh generasi kakek nenek kita agar hunian mereka terhindar dari binatang liar, sekarang hunianpanggung bisa dikonsep sebagai alternatif untuk meminimalkan dampak akibat banjir dan gempa.

Sebenarnya konsep hunian panggung bisa diterapkan pada hunian modern seperti saat ini, terutama untuk kawasan yang sering menjadi langganan banjir. Pilihan mengangkat bangunan di atas permukaan tanah bukanlah sekedar mengatasi banjir, menghindari kelembaban atau menghindari binatang buas, melainkan mengandung intensi menjaga ekologis bumi agar tidak rusak oleh pondasi. Selain itu semakin banyak tanah yang tertutup oleh bangunan akan membuat tanah sukar menyerap air. Hal itu terlihat, bahwa serangan banjir setiap tahun tidak terhindarkan karena semakin banyak tanah yang tertutup oleh bangunan-bangunan baru membuat air semakin sukar terserap oleh tanah.

Keuntungannya adalah terhindar dari banjir tentunya, karena ketinggian hunian panggung jauh lebih tinggi dari lingkungan sekitar. Konstruksi hunian panggung diciptakan supaya bangunan memungkinkan bergerak jika terkena gempa, agar bangunan tidak rusak atau rubuh. Kolong hunian panggung menjadi area resapan air yang optimal. Bisa dibuat sumur biopori atau menanam rumput-rumputan agar lingkungan kita tampak lebih hijau.

Penyesuaian suhu di dalam hunian cepat berubah karena tidak langsung bersentuhan dengan tanah atau beton sehingga sirkulasi udara lebih bagus. Pada hunian panggung zona privat dan publik terpisah secara tegas.Meski begitu, hunian panggung tidak hanya identik dengan hunian adat atau hunian tempo dulu saja. Kini hunian panggung kerap digabungkan dengan konsep hunian minimalis bahkan modern.