Kenaikan BBM Disebut Tarik Minat Investor

NERACA

Jakarta – Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi secara tidak langsung akan meningkatkan minat investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. "Uang dari kenaikan harga BBM bersubsidi bisa disimpan pemerintah untuk membangun jalan, pelabuhan dan infrastruktur lainnya. Kalau begitu kan orang luar lebih mau berinvestasi di Indonesia," katanya dikutip dari Antara di Jakarta, Selasa.

Chatib Basri mengatakan bahwa hal ini juga akan berdampak terhadap bertambahnya lapangan pekerjaan, dan pada akhirnya, dapat menurunkan angka kemiskinan. "Pokoknya memang sudah tepat apa yang dilakukan pemerintah menaikkan harga BBM, ngapain uangnya dibakar," ujarnya.

Ia mengatakan, sebelum kenaikan harga BBM, yang menikmati subsidi adalah orang kaya, dan saat subsidi itu dicabut dan dipindahkan ke orang miskin, dampaknya dapat menurunkan ketimpangan. "Orang kaya bisa membangun infrastrukturnya sendiri karena mempunyai uang. Contohnya, perusahaan kaya bisa membangun genset sendiri, sementara perusahaan kecil tidak, sehingga bergantung kepada infrastruktur publik," katanya.

Infrastruktur publik tersebut, lanjutnya, dapat berjalan jika dibangun, yang tentunya uangnya berasal dari pemotongan subsidi BBM. "Kalau mau mendukung masyarakat kelas bawah, memang harus memberikan bantuan langsung kepada mereka," ujarnya.

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Rp2.000 per liter untuk premium dan solar menimbulkan sentimen positif bagi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG),”Saya yakin akan positif. Sekarang diarahkan ke lebih yang bisa didorong untuk meningkatkan indeks kita," ujar Direktur Pengembangan Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Frederica Widyasari Dewi di Jakarta, pekan lalu.

Dia menjelaskan, indeks akan bergerak positif pada perdagangan Selasa dan bahkan pertumbuhannya bisa lebih membaik sampai akhir tahun ini. Menurutnya, saat ini pasar melihat realisasi dari kenaikan BBM, apakah dana subsidi BBM itu bisa dialihkan ke sektor infrastruktur. Ketika itu dijalankan maka akan terlihat dampaknya langsung di pasar saham dan keuangan Indonesia.

Terkait kenaikan BBM, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil, menjelaskan, pemerintah pun berjanji akan mengintensifkan program konversi BBM ke BBG khususnya untuk angkutan perkotaan. Hal ini sebagai salah satu upaya mengurangi dampak kenaikan harga BBM subsidi yang dilakukan beberapa waktu lalu. "Ini kita mintakan studi yang riil dan dapat diimplementasikan, sehingga kita bisa membantu pemerintah daerah dalam melisensi angkutan kota. Termasuk memanfaatkan gas," ujarnya.

Sofyan menuturkan, program konversi tersebut memang program lama, namun dalam implementasi di lapangan prosesn juga terlalu lambat. "Ini ide yang lama tapi dalam implementasinya ternyata jalannya terlalu lambat. Kita sudah minta supaya segera dilakukan ujicoba, sehingga kalau sudah teruji dalam satu kota, di-copy ke kota yang lain," jelasnya.

Senada dengan Sofyan, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo mengungkapkan, bahwa pemerintah memang akan kembali mempromosikan gas sebagai bahan alternatif pengganti BBM. "Pada saat yang bersamaan, kita juga mempromosikan upaya lain. Misalnya berlaihlah ke gas nanti sudah dilaporkan berapa SPBG itu yang sudah ditambah," ujar Indroyono.

Related posts