Mencicipi Kuliner Langka

Sabtu, 29/11/2014

Kuliner khas Indonesia kini memang mulai susah ditemui, langka dan nyaris punah. Beragam kuliner ini hampir saja hilang, salah satu kuliner khas yang nyaris punah itu adalah Grontol. Grontoladalah makanan tradisional yang berasal dari jagung yang direbus dan dihidangkan dengan diberi taburan parutan kelapa. Hampir sebagian besar di seluruh wilayah Jawa mengenal makanan tradisional yang mulai hilang dan nyaris punah ini.

Apalagi kalau bukan dikarenakan sudah kurangnya peminat Grontol. Sebagian orang lebih banyak memilih makanan yang modern dan cepat saji, dan makanan ini dianggap sudah sangat tertinggal dan kurang menarik. Padahal sebenarnya makanan ini sangatlah sehat. Tidak berbeda jauh dengan Grontol, kuliner asli Indonesia yang juga terbuat dari jagung bernama Bassang yang juga terbuat dari buah jagung juga nyaris punah.

Dalam proses penyajian Bassang, jagung dicampur dengan santan, tepung terigu, air, serta gula juga garam. Kuliner ini sangatlah enak bila disantap selagi masih hangat. Kuliner khas Makassar ini dipercaya memiliki khasiat yang sangat baik bagi tubuh, selain itu kuliner ini disukai karena campuran rempah-rempah jahe yang bisa menghangatkan tubuh.

Kuliner yang juga hampir punah ialah Sayur Babanci, sayur yang satu ini memang terkesan aneh dan sulit dijumpai di pasar-pasar tradisional. Hal ini terjadi karena bahan-bahan membuat sayurnya yang memang sangat susah untuk dicari seperti temu mangga, kedaung, bangle, adas, dan lempuyang. Kuliner khas masyarakat betawi ini memang mulai susah ditemui, karena itulah warga Betawi hanya menyajikan sayur itu pada hari-hari besar keagamaan sebagai menu keluarga, seperti buka puasa, Hari Raya Idul Fitri, dan Hari Raya Idul Adha.

Selain itu pembuatannya pun tidak sembarangan, hanya orang yang memiliki keahlian dan terbiasa membuat Sayur Babanci ini saja yang bisa membuatnya.Nah, yang membuat kuliner Indonesia menarik karena selain rasanya ataupun tampilannya yang sangat menggugah selera, khasiatnya juga sangat baik untuk tubuh.