Minim Sentimen, IHSG Kembali Melemah

Rabu, 26/11/2014

NERACA

Jakarta – Seharian laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah seiring aksi ambil untung yang dilakukan investor. IHSG ditutup jatuh 22,819 poin (0,44%) ke level 5.118,945. Sementara Indeks LQ45 ditutup anjlok 5,652 poin (0,64%) ke level 881,277.

Kepala Riset Recapital Securities, Andrew Argado mengatakan, minimnya sentimen dari regional maupun dalam negeri membuat pergerakan indeks BEI berfluktuasi,”IHSG BEI bergerak dalam fase konsolidasi, di tengah minimnya sentimen penggerak pasar saham di global maupun internal, sebagian pelaku pasar akan cenderung mengambil posisi ambil untung seraya menanti sentimen baru," ujarnya di Jakarta, Selasa (25/11).

Kendati demikian, menurut dia, dalam jangka pendek ini indeks BEI masih berpotensi untuk kembali bergerak menguat, hal itu dipicu dari sebagian investor yang masih menilai positif fundamental ekonomi Indonesia ke depannya.

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan, terkoreksinya indeks BEI merupakan hal wajar, kondisi itu dapat meredakan jenuh beli harian akibat kenaikan IHSG pasca sentimen dari penaikan harga BBM subsidi pada pekan lalu,”Terkoreksinya indeks BEI dapat memberikan kesempatan untuk pelaku pasar kembali melakukan akumulasi beli saham," kata Yuganur.

Investor asing kemarin masih berburu saham, tapi tiba-tiba di akhir perdagangan malah jual saham. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 51,815 miliar di pasar reguler. Namun transaksi investor asing di pasar negosiasi tercatat beli bersih (foreign net buy) senilai Rp 389,773 miliar. Hal ini akibat transaksi tutup sendiri saham PT MNC Land Tbk (KPIG) sebesar Rp 488,3 miliar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 226.650 kali dengan volume 6,835 miliar lembar saham senilai Rp 6,233 triliun. Sebanyak 132 saham naik, 165 turun, dan 83 saham stagnan. Bursa-bursa regional masih bergerak variatif hingga siang. Rata-rata bergerak di zona hijau, kecuali pasar saham Hong Kong dan Indonesia.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 850 ke Rp 4.600, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 750 ke Rp 13.550, Saratoga (SRTG) naik Rp 500 ke Rp 5.400, dan Matahari (LPPF) naik Rp 425 ke Rp 15.700. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.500 ke Rp 387.500, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.000 ke Rp 17.700, Astra Agro (AALI) turun Rp 950 ke Rp 24.025, dan Danayasa (SCBD) turun Rp 710 ke Rp 2.140.

Perdagangan sesi I, IHSG ditutup melemah 15,923 poin (0,31%) ke level 5.125,841. Sementara Indeks LQ45 turun 3,498 poin (0,39%) ke level 883,431. Indeks hanya sempat naik ke titik tertingginya di 5.143 sebelum akhirnya meluncur ke zona merah. Hanya dua sektor yang berhasil menguat, sektor agrikultur dan finansial.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 115.992 kali dengan volume 3,414 miliar lembar saham senilai Rp 2,118 triliun. Sebanyak 109 saham naik, 141 turun, dan 93 saham stagnan. Bursa-bursa regional masih bergerak variatif hingga siang. Rata-rata bergerak di zona hijau, kecuali pasar saham Hong Kong dan Indonesia.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 930 ke Rp 4.680, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 550 ke Rp 13.350, Mayora (MYOR) naik Rp 400 ke Rp 25.600, dan Indosat (ISAT) naik Rp 155 ke Rp 3.470. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.500 ke Rp 387.500, Danayasa (SCBD) turun Rp 710 ke Rp 2.140, Astra Agro (AALI) turun Rp 300 ke Rp 24.675, dan Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 230 ke Rp 2.050.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka melemah 4,73 poin atau 0,09% menjadi 5.137,03 didorong sebagian pelaku pasar yang mengambil posisi ambil untung, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,18 poin (0,13%) ke level 885,74,”Tampaknya pelaku pasar memanfaatkan kenaikan indeks BEI pada awal pekan (24/11) yang menguat untuk mengambil posisi ambil untung," kata Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Menurut dia, laju IHSG masih berpotensi menguat, namun secara teknikal meninggalkan utang gap (ruang kosong antara periode perdagangan saat ini dengan periode sebelumnya) di level 5.122-5.124 poin yang dapat dimanfaatkan untuk "profit taking" sehingga membuat potensi penguatan lanjutan IHSG menjadi terhambat.

Sementara itu, Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan bahwa sentimen positif dari dalam negeri, Euler Hermes penyedia asuransi kredit perdagangan yang meningatkan peringkat negara Indonesia menjadi B2 dari yang sebelumnya C3 dapat menjadi sentimen positif bagi indeks BEI.

Kendati demikian, lanjut dia, sentimen itu diiringi dengan kekhawatiran pasar atas sikap dari menteri-menteri Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla yang tidak hadir dalam rapat bersama DPR. Investor mengkhawatirkan situasi politik dapat memanas ke depannya. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 32,90 poin (0,14%) ke 23.860,24, indeks Nikkei naik 58,95 poin (0,34%) ke 17.416,46, dan Straits Times melemah 1,22 poin (0,04%) ke posisi 3.339,59. (bani)