Menyulap Hunian Kumuh

Kampung Hijau Binaan Pertamina

Sabtu, 29/11/2014

NERACA

Persoalan lingkungan terutama persoalan sampah telah menjadi isu nasional dan membawa dampak langsung terhadap masyarakat baik dari segi keindahan, kenyamanan dan kesehatan.PT Pertamina (Persero), melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), merasa perlu memberikan sinergi antara stakeholders (pemerintah, swasta, LSM media dan masyarakat) untuk penanganannya. Peran serta warga dan masyarakat setempat juga turut andil dalam menangani masalah sampah dan kebersihan lingkungan.

Salah satu program konkrit yang telah dijalankan oleh Pertamina dalam hal program pemberdayaan masyarakatadalah sepertiyang terlihat di sekitar daerah Kelurahan Perak Utara RW 09, Pabean Cantikan, Surabayayakni dengan mengadakan pengelolaan lingkungan dan pembuatan kompos yang melibatkan warga sekitar.

Hal ini dilakukandengan maksud agar wilayah tersebut yang lima bulan lalu, terlihat kumuh, kurang penghijauan, penataan lingkungan yang tidak rapi,tidak adanya alat pengelolaan sampah serta bank sampah mandiri, kinitelahberubah total. Lingkungan RW 09 Kelurahan Perak Utara kini menjadi sangat nyaman, bersih dan rapi.

"Diharapkan kegiatan yang melibatkan masyarakatinidapat memberikan edukasi pentingnya pengelolaan lingkungan rumah serta pengelolaan sampah.Dengan program ini,Pertamina juga mendukung serta mewujudkan Kota Surabaya yang bersih dan hijau," ujar Salahuddin selaku Operation Head Pertamina TBBM Surabaya Group.

Selaindi RW 09 Kelurahan Perak Utara,di RT05 juga dilaakukan pembekalan ketrampilan bordir dan pembuatan kue keringkepadawarga setempat terutama para ibu-ibu. Di sentra bordir ini, Pertamina telah memberi sumbangan berupa 3 mesin jahit, 3 oven, 50 kursi serta pendampingan yang lain.

"Alhamdulillah omzet kita sudah mencapai Rp 4 juta, pesanan dompet atau tas makin meningkat," ujar Joyce selaku Ibu RW setempat.

Usaha bordir, dompet HP, tablet, tas sekolah serta pembuatan kue kering ini terus berkembang. "Awalnya kan iseng-iseng, karena permintaan banyak, maka kini kita bagi dalam kelompok, satu kelompok 4 sampai 10 orang, dan kini kita bisa meraih hasilnya," ujar Dian, wanita yang bertugasdibagian desain ini.