OJK Tunggu Rencana Bisnis J Trust - Pasca Akuisisi Bank Mutiara

NERACA

Jakarta -Otoritas Jasa Keuangansedang menunggu rencana J trust Co. Ltd selaku pemegang saham mayoritas Bank Mutiara Tbk (BCIC) untuk mengarahkan bisnis perseroan ke depan mengingat status perusahaan itu masih tercatat sebagai perusahaan terbukadi Bursa Efek Indonesia."Bank Mutiara masih berstatus Tbk, saat ini sedang disuspensi (penghentian sementara perdagangan suatu saham di BEI). Jadi, ke depan kami lihat rencana pemegang saham pemegang baru seperti apa. Nanti akan kami tanyakan terkait status Tbk ini," ujar Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal OJK Nurhaida, kemarin.

Dia mengatakan jika J Trust ingin mempertahankan status Bank Mutiara sebagai perusahaan terbuka maka ada prosedur serta persyaratan-persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang wajib dilaksanakan sebagai perusahaan publik.Dalam Peraturan OJK (POJK) nomor IX.H.1 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka, disebutkan bahwa pemilik baru wajib menyampaikan teks pengumuman keterbukaan informasi dalam rangka Penawaran Tender Wajib beserta dokumen pendukungnya kepada OJK dan Perusahaan Terbuka yang diambil alih.

Namun, Nurhaida mengemukakan bahwa dalam ketentuan pasar modal mengenai "tender offer", terdapat beberapa pengecualian. Bank Mutiara Tbk masuk dalam kategori yang dikecualikan."Saham Bank Mutiara kan ada keharusan untuk dialihkan ke LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), jadi itu termasuk yang dikecualikan," katanya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Pangsa Pasar - Kimia Farma Bakal Akuisisi Phapros

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan membeli 47.901.860 lembar atau 56,77 dari total saham…

OJK Catat Penyaluran KUR di Papua Capai Rp940 miliar

      NERACA   Jayapura - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua mencatat realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) pada…

Bank Kalbar Buka 6 Kantor Cabang

      NERACA   Pontianak - Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan meresmikan enam kantor Bank Kalbar, yang tersebar di…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Fintech Ilegal Berasal dari China, Rusia dan Korsel

  NERACA   Jakarta - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan fakta bahwa mayoritas perusahaan layanan finansial berbasis…

Laba BNI Syariah Tumbuh 35,67%

    NERACA   Jakarta - PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar, naik 35,67 persen dibandingkan…

Pemerintah Terbitkan Sukuk US$ 2 miliar

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk wakalah global senilai dua…