Pemerintah Batalkan Lelang Obligasi

NERACA

Jakarta -Pemerintah membatalkan rencana lelang penerbitan obligasi atau surat utang negara (SUN) di pasar perdana yang akan diselenggarakan pada 2 Desember 2014 sebagaimana jadwal pelaksanaan lelang surat berharga negara (SBN) 2014.

"Sehubungan dengan rencana lelang penerbitan SUN di pasar perdana yang akan diselenggarakan pada Selasa (2/12) mendatang, dengan ini Pemerintah mengumumkan pembatalan rencana lelang dimaksud," sebut keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Senin (24/11).

Pembatalan rencana lelang penerbitan SUN di pasar perdana pada tanggal tersebut di atas diputuskan setelah mempertimbangkan target pembiayaan yang bersumber dari lelang penerbitan SBN 2014 sudah terpenuhi.Terakhir pemerintah melaksanakan lelang tiga seri SUN pada Selasa (4/11) lalu, di mana dana yang diserap sebesar Rp6,92 triliun dari penawaran yang masuk sebesar Rp22,66 triliun.

Jumlah Rp6,92 triliun antara lain berasal dari seri SPN12150206 sebesar Rp1 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang seri itu sebesar 5,97%, imbal hasil tertinggi dimenangkan 6%. Obligasi ini jatuh tempo 6 Februari 2015.Kemudian seri SPN12151105 sebesar Rp2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,823 persen dan imbal hasil tertinggi dimenangkan sebesar 6,85 persen. Obligasi ini jatuh tempo 5 November 2015.

Selain itu dari seri FR0070 sebesar Rp3,92 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,89 persen, imbal hasil tertinggi dimenangkan 7,91 persen, tingkat kupon 8,375 persen. Obligasi ini jatuh tempo 15 Maret 2024.Penawaran masuk untuk seri SPN12150206 sebesar Rp5,90 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 6,75 persen dan terendah 5,9 persen. Penawaran masuk untuk seri SPN12151105 sebesar Rp6,26 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 7,30 persen dan terendah 6,80 persen.

Sementara penawaran masuk untuk seri FR0070 sebesar hampir Rp10,5 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 8,10 persen dan terendah 7,86 persen.Jumlah dana yang diserap dalam lelang itu sebesar Rp6,92 triliun, lebih besar dari target indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp5 triliun.Penjualan obligasi negara melalui lelang tersebut ditujukan untuk memenuhi sebagian target pembiayaan dalam APBN Perubahan 2014. [ardi]

BERITA TERKAIT

Pemerintah Serap Dana Rp8,47 triliun dari Lelang SBSN

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp8,47 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara…

SMF Sebut Minat Investor Cukup Tinggi - Obligasi Kelebihan Permintaan

NERACA Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menilai minat investor untuk berivestasi pada surat utang (obligasi) cukup tinggi seiring…

Pemerintah Hentikan Proyek Konstruksi Layang - PERLU EVALUASI TOTAL PROYEK INFRASTRUKTUR

Jakarta-Pemerintah akhirnya menghentikan sementara semua pekerjaan infrastruktur kontruksi layang (elevated) baik jalan tol, proyek LRT maupun jembatan di seluruh Indonesia.…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pengendalian Harga Mencegah PLN Bangkrut Akibat Harga Batubara

      NERACA   Jakarta - Sesuai prinsip berbagi keadilan Kabinet Kerja Joko Widodo, maka pengendalian harga batubara melalui…

Kemampuan Moneter Calon Gubernur BI Harus Teruji

      NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati,…

Mendes Sebut Penyerapan Dana Desa Terus Meningkat

    NERACA   Semarang - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo menyebutkan penyerapan dana…