Perlu Punya Kompetensi Produksi Ala Industri - Poltek KP Sidoarjo Gelar 68 Jenis Olahan Ikan

NERACA

Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Ikan Nasional yang pertama, Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Sidoarjo, menyelenggarakan “Gelar 68 Jenis Olahan Ikan Nusantara berbahan baku 68 Jenis Ikan Asli dari Perairan Indonesia”. Berbagai jenis olahan ini dimasak oleh seluruh dosen dan pegawai Poltek KP Sidoarjo pada acara yang digelar Jumat (21/11), di kampus Poltek KP Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim). Kegiatan ini merupakan inisiasi menuju Rekor Dunia MURI dalam rangka “Gelar Olahan Nusantara Terbanyak Lebih dari 100 Jenis Ikan Asli Perairan Indonesia” yang rencananya akan dilaksanakan pada 2015.

Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan BPSDM KP, I Nyoman Suyasa dalam keterangan resmi yang dikutip Senin (24/11), mengatakan, Poltek KP Sidoarjo merupakan salah satu satuan pendidikan Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di samping dua Poltek KP lainnya, satu Sekolah Tinggi Perikanan, dan sembilan Sekolah Usaha Perikanan Menengah. Pendidikan yang diselenggarakan di satuan pendidikan KKP menggunakan program vokasi dengan pendekatan teaching factory yang memungkinkan para peserta didik memiliki kompetensi sebagaimana sistem produksi layaknya di dunia industri dengan porsi 70% praktek dan 30% teori untuk tingkat pendidikan menengah serta 60% praktek dan 40% teori untuk tingkat pendidikan tinggi.

Sementara itu Direktur Poltek KP Sidoarjo, Endang Suhaedy sangat mengapresiasi hasil kerja keras panitia hari ikan nasional Poltek KP Sidoarjo sebagai wujud kebersamaan dan kecintaan civitas akademika Poltek KP ini pada dunia perikanan. Dalam sambutannya, Endang mengatakan, Poltek KP Sidoarjo akan selalu terdepan dalam menggelorakan perikanan sebagai salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia di masa kini dan akan datang. Karena itu, menurutnya, peningkatan SDM kelautan dan perikanan melalui pendidikan maupun pelatihan bagi masyarakat menjadi sangat penting. Ia mengajak segenap civitas akademika Poltek KP Sidoarjo untuk bekerja keras dalam mewujudkan cita-cita yang mulia ini.

Selain Direktur Poltek KP Sidoarjo, pejabat yang hadir pada kegiatan ini antara lain Kepala Balurjaltim TNI AL, pimpinan perusahaan perikanan, Darma Wanita Poltek KP Sidoarjo, Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jatim. Turut menjadi rangkaian kegiatan ini acara Bazzar Olahan Ikan Produk Kewirausahaan Taruna, Gelar Produk Hasil Pelatihan Pembekalan Keterampilan (Bektram) Perikanan TNI AL Angkatan XIX, ssialisasi makan ikan, dan makan ikan bersama.

Dari target 100 jenis ikan, hanya dapat terkumpul 68 jenis terdiri dari 17 ikan air tawar 51 ikan laut karena waktu yang sangat singkat, yakni hanya dua hari pencarian ikannya. Setiap jenisnya diolah oleh satu orang karyawan dengan olahan yang berbeda. Bagi karyawan yang sudah berkeluarga, ikan tersebut dimasak di rumah masing-masing, sedangkan bagi yang belum berkeluarga ikannya dimasak di fasilitas teaching factory kampus. Setelah digelar masakan tersebut dinikmati bersama oleh seluruh undangàn yang hadir sejumlah kira-kira 650 orang.

Tujuan acara ini antara lain mengidentifikasi jenis-jenis ikan yang ada di sekitar kampus, memperkenalkan kepada masyarakat keragaman ikan, serta memperkenalkan kepada masyarakat aneka ragam masakan ikan karya civitas akademika Poltek KP Sidoarjo.

Masih terkait dengan perayaan Hari Ikan Nasional, sebelumnya, disebutkan bahwa BPSDM KP, melakukan pemecahan rekor dunia yang dicatat oleh Musium Rekor Dunia-Indonesia (MURI) “Jumlah Pemelihara Ikan Cupang Hias Terbanyak di Kampus”, Kamis (20/11), di Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta. Piagam rekor ini diserahkan oleh pendiri MURI Jaya Suprana kepada Kepala BPSDM KP Suseno Sukoyono.

Kegiatan ini diikuti oleh taruna/i dan civitas akademika STP di empat Kampus, yaitu STP Kampus Jakarta sebanyak 1.235 orang, STP Kampus Serang 271 orang, STP Kampus Bogor 308 orang, dan STP Kampus Karawang 91 orang. Sehingga jumlah pemelihara ikan cupang hias di STP berjumlah 1.967 orang.

Dalam sambutanya, Suseno, mengatakan bahwa pemecahan Rekor MURI yang dilakukan STP merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk meningkatkan kualitas SDM guna meneruskan dan mengembangkan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia. Ia menyambut baik kegiatan pemeliharaan ikan hias oleh STP sebagai media pengembangan karakter, di mana tidak hanya kedisiplinan yang diutamakan dalam pengembangan karakter, tetapi kecintaan akan dunia perikanan dan bahari juga yang perlu ditanamkan kepada kader-kader Bangsa Indonesia.

“Ketika saya melakukan kunjungan kerja ke luar negeri, saya pernah melihat di salah satu universitas di sana, yang mana banyak mahasiswanya yang memelihara ikan hias di ruang kerjanya. Ternyata apa yang saya katakan sebagai kegiatan positif tersebut ditindak lanjuti oleh Ketua STP di kampusnya dan lebih jauh dijadikan salah satu media pembelajaran bagi tarunanya,” ujar Suseno.

BERITA TERKAIT

VW Akan Produksi Mobil Sport Pertama di Brasil

Volkswagen (VW) berencana memproduksi kendaraan sport (SUV) pertamanya di Brasil guna menyambut pulihnya pasar otomotif di Amerika Selatan, meski pertumbuhan…

Ford Produksi Mobil Listrik di Jerman Setelah Masa Fiesta Habis

Produsen otomotif Amerika Serikat, Ford, baru bisa memproduksi kendaraan listrik di Jerman setelah tahun 2023, saat siklus produk Ford Fiesta…

Kredit Pendidikan Perlu Pendampingan Usaha

    NERACA   Jakarta - Pakar Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta Wuryadi mengharapkan pemerintah memberikan fasilitas pendampingan usaha bagi mahasiswa…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Dunia Usaha - Disiapkan, Pelatihan Implementasi Industri 4.0

NERACA Jakarta – Pemerintah tengah menyiapkan program pelatihan mengenai implementasi Industri 4.0 kepada pegawai di lingkungan pemerintahan, Badan Usaha Milik…

Industri Kecil dan Menengah - Kemenperin Pacu IKM Agar Go Global dan Go Digital

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus dalam pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) karena telah lama berperan penting menopang perekonomian…

Teknologi Industri Berperan Penting Dongkrak Daya Saing

NERACA Jakarta – Balai penelitian dan pengembangan (litbang) industri di lingkungan Kementerian Perindustrian selama ini mengambil peran dalam upaya mendongkrak…