Pasar Obligasi Lanjutkan Penguatan

Laju pasar obligasi pada pekan ini diprediksi akan melanjutkan penguatannya (reli) didukung positifnya sentimen dari pasar global dan sentimen domestik yang tidak terlalu menekan pasar surat utang.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, laju pasar obligasi pada pekan ini berpotensi melanjutkan penguatan lantaran kenaikan BI rate dan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak terlalu membuat pasar obligasi bergejolak,”Apalagi tampaknya sentimen dari global sedang positif terkait dengan keinginan ECB dan BoJ untuk mempercepat pemulihan ekonomi di kawasan masing-masing dengan kebijakan-kebijakan masing-masing yang kurang lebih hampir sama,”ujarnya.

Di sisi lain, dia menambahkan, optimisme akan pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) juga direspon positif pelaku pasar meski dibayang pemikiran akan adanya pembalikan dana ke AS terutama setelah The Fed benar merealisasikan kenaikan suku bunga acuannya,”Kami estimasikan jika kondisinya dapat positif maka diperkirakan laju pasar obligasi dapat bergerak menguat dengan minimal perubahan harga obligasi rata-rata sebanyak 35-50 bps," paparnya.

Tetapi, jika sentimen tersebut dimanfaatkan untuk ambil untung (profit taking) maka harga obligasi akan berpotensi melemah hingga minimal rerata 45-60 bps. Untuk itu, Reza menyarankan, tetap cermati perubahan sentimen yang ada.

Sementara laju pasar obligasi di luar dugaan cenderung mengalami kenaikan sepanjang pekan kemarin. Padahal adanya kenaikan harga BBM yang diperkirakan akan membuat inflasi meningkat dan adanya kenaikan suku bunga acuan BI rate merupakan sentimen negatif bagi pasar obligasi, namun laju pasar obligasi justru merespon naik.

Dia menilai, sentimen tersebut merupakan sentimen positif tambahan setelah di pekan sebelumnya positif setelah merespon pidato bahasa Inggris Presiden Joko Widodo di hadapan ratusan delegasi APEC untuk memaparkan potensi investasi di Indonesia. (bani)

BERITA TERKAIT

KOTA SUKABUMI - Poin Strategis Pasar Induk dan Perparkiran Paling Mencolok di Revisi RTRW

KOTA SUKABUMI Poin Strategis Pasar Induk dan Perparkiran Paling Mencolok di Revisi RTRW NERACA Sukabumi - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah…

Menakar Potensi Pasar Dinfra Jasa Marga - Bidik Dana Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Setelah sukses melakukan sekuritisasi aset untuk mendanai pengembangan jalan tol, rupanya membuat PT Jasa Marga (Persero) Tbk…

Sentimen Global Tekan Laju Penguatan IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (11/10), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Investor Papua Didominasi Kaum Milenial

Kepala kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua Barat, Adevi Sabath mengatakan, investor pasar modal di Papua Barat didominasi oleh…

BEI Suspensi Perdagangan Saham SURE

Setelah masuk dalam kategori saham unusual market activity (UMA) atau pergerakan harga saham di luar kebiasaan, kini PT Bursa Efek…

Volume Penjualan Semen Baturaja Naik 38%

Hingga September 2018, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) mencatatkan penjualan semen domestik tumbuh 38% dibandingkan dengan periode yang sama…