Menanti Hasil “Jalan-Jalan” Jokowi - Oleh: Enopiyaningsih Suherman, Pemerhati Kebijakan Publik, Aktif Pada Kajian Kebijakan Publik untuk Kesejahteraan

Presiden Jokowi baru saja usai melakukan jalan-jalan atau yang biasa di sebut dengan kunjungan kerja ke sejumlah negara di dunia, tepatnya 3 (tiga) negara. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan dirinya menggunakan forum internasional untuk mengetahui arah perkembangan ekonomi global dan menyampaikan kepentingan Indonesia. Dalam kunjungan kerja pertamanya ke luar negeri, Jokowi melawat ke Tiongkok untuk mengikuti pertemuan puncak Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), lalu Myanmar untuk mengikuti pertemuan puncak Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Asia Timur serta pertemuan puncak G20 di Australia.

Di Tiongkok, Jokowi didampingi oleh Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menlu Retno LP Marsudi, Mendag Rahmat Gobel dan Seskab Andi Widjajanto. Turut serta dalam rombongan tersebut adalah pengamat senior Rizal Sukma dan wakil DPD, GKR Hemas. Sedangkan ketika di Australia, Jokowi didampingi oleh Menlu Retno LP Marsudi dan Menkeu serta Rizal Sukma.

Presiden Jokowi mengatakan pemerintah memiliki pekerjaan besar di masa depan, baik dalam pengelolaan keuangan maupun perkembangan ekonomi ke depan. Sehingga, melalui forum internasional, diharapkan Indonesia dan negara berkembang lainnya mendapat ruang dan tidak dirugikan. Untuk itu, hasil dari kunjungan kerja ketiga negara tersebut nantinya akan ditindaklanjuti oleh para menteri terkait agar tidak terhenti pada tingkat pembicaraan namun diwujudkan secara konkrit. Misalnya, tentang potensi kerja sama maritim dan otomotif dengan beberapa negara.

Terkait hal tersebut masyarakat tentu berharap pemerintahan Jokowi dapat memberikan hasil positif atas kegatan kunjungan tersebut. Terutama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun di luar, masyarakat tentu memberikan apresiasi positif atas langkah pemerintah yang melakukan peran di kancah Internasional.

Hal ini tentu membuktikan bahwa Indonesia merupakan negara bebas aktif yang sangat bersahabat dengan negara manapun. Masyarakat Indonesia akan selalu bangga dengan Presidennya yang tidak hanya dekat dengan rakyatnya, namun juga dengan Negara asing dalam pergaulan internasional yang sederajat, selama itu bermanfaat untuk kesejahteraan rakyatnya. Dan akan bersikap tegas terhadap pihak asing yang berani mengacak-acak tanah air Indonesia. Kita semua menanti langkah Presiden RI dalam mewujudkan janjinya dan rakyat akan selalu mendukung jika pemimpinnya selalu mengedepankan kepentingan nasional dan bersikap negarawan.

Untuk itu mari kita beri kesempatan atas segala upaya dan kebijakan Pemerintah Jokowi yang ingin memposisikan Indonesia sebagai Negara terhormat dan disegani oleh bangsa-bangsa didunia melalui perubahan-perubahan yang akan diwujudkan dalam rangka meraih tujuan pembangunan yang teloah ditetapkan oleh Jokowi-JK dalam program Nawa Citannya.***

BERITA TERKAIT

Akses Jalan Stasiun Parung Panjang Rusak

Akses jalan dari Jl. Raya Parung Panjang menuju ke Stasiun Parung Panjang Kabupaten Bogor, mengalami Kerusakan, jalan berlubang dan hingga…

Kebijakan Impor Beras Butuh Sinkronisasi Data

NERACA Jakarta – Pemerintah perlu benar-benar melakukan sinkronisasi data terkait dengan kebijakan yang membuka masuknya beras impor agar jangan sampai…

PII Jamin Proyek SPAM Di Bandar Lampung - Butuh Rp250 triliun untuk Sarana Air Minum

      NERACA   Lampung – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) / PT PII melaksanakan penandatanganan penjaminan proyek yang…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Pemerintah Berusaha Optimal Jaga Ketersediaan Beras

  Oleh : Ricky Rinaldi, Peneliti di Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)                 Tugas atau fungsi pemerintah untuk rakyat…

Aksi Kekerasan Terhadap Umat Beragama Untungkan Pihak Tertentu

  Oleh: Stanislaus Riyanta,  Pengamat Sosial Kemasyarakatan, Kandidat Doktor di Universitas Indonesia Beberapa waktu terakhir ini terjadi aksi kekerasan terhadap…

Jaga Kerukunan dan Toleransi Pasca Kekerasan Terhadap Pemuka Agama

  Oleh : Sulaiman Rahmat, Mahasiswa Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru Pada akhir Januari 2018 kemarin, masyarakat dihebohkan dengan kabar ulama…