free hit counter

Jangan Biarkan Korupsi Merajalela

Rabu, 07/09/2011

Kita semua tahu praktik korupsi di Indonesia sekarang semakin menggila dan merajalela, tidak terbantahkan lagi. Itupun transaksinya tak lagi di tempat gelap, tetapi di tempat terbuka seperti yang terjadi baru-baru ini di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Sungguh sebuah fakta yang memprihatinkan, karena perilaku tidak terpuji itu dilakukan dengan tidak malu dan tidak takut.  

Upaya penanggulangan korupsi di negeri ini yang semakin berjamaah dan merajalela mengalami kegagalan karena beberapa faktor. Pertama, hukuman untuk koruptor yang terlalu ringan bahkan mendapatkan remisi. Kedua, aparat hukum belum memiliki keberanian dan integritas tinggi untuk menghukum para koruptor tersebut. Ketiga, pemberantasan korupsi belum menjadi agenda aksi nyata dan tegas serta tanpa tebang pilih.

Perilaku korupsi hadir sebenarnya karena faktor keserakahan dari mereka untuk memiliki harta sebanyak-banyaknya. Perilaku sebagian pejabat kita yang ingin cepat kaya, populer dan berkuasa dengan jalan yang serba instan inilah yang menambah subur perilaku korup tersebut. Memang menjadi kaya, popular dan berkuasa dengan cepat boleh-boleh saja, asalkan tidak menghalalkan segala cara.  

Virus korupsi yang tumbuh dan bahkan subur karena orientasi yang salah dari setiap individu yang ada dalam masyarakat tersebut. Orientasi mereka menurut pakar psikologi Erich Fromm, adalah terlalu dominan to have ketimbang to be. Bila masyarakat hanya berorientasi to have dalam kehidupannya akan menemui kerusakan. Karena, orientasi ini akan menumbuhkan sikap hedonis, tidak tunduk aturan dan tidak memikirkan kepentingan lainnya.

Jika orientasi to have dominan di aparat birokrasi, maka mereka cenderung menjadi pegawai yang ingin mengumpulkan harta sebanyaknya untuk kepentingan dirinya, tanpa berpikir apakah itu diperbolehkan dan tidak oleh peraturan perundangan-undangan. Tidak peduli apakah itu bertentangan dengan norma agama dan sosial, yang penting dia bisa kaya dan dapat uang banyak.Next