Aktiftas Fisik Mencegah Terjadinya Osteoporosis

Sabtu, 29/11/2014

Perlu diingat bahwa kepadatan tulang semakin menurun seiring bertambahnya waktu. Namun, pada wanita, terbukti bahwa mereka yang bergerak aktif memiliki kepadatan tulang yang lebih baik daripada mereka yang kurang aktif. Oleh karenanya, aktifitas fisik seharusnya menjadi bagian dari gaya hidup sehat setiap orang.

NERACA

Head of Medical Sales Fonterra Brands Indonesia, Dr. Muliaman Mansyur menjelaskan, Data mengenai osteoporosis menyatakan bahwa 2 dari 5 orang Indonesia berisiko terkena osteoporosis. Oleh karenanya, gaya hidup aktif sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang, mulai dari pembentukan tulang pada usia anak-anak, menjaga kepadatan tulang saat dewasa hingga menghindari terjadinya patah tulang saat usia tua.

Dr. Muliaman mengatakan, Osteoporosis merupakan penyakit tulang yang ditandai dengan penurunan massa tulang, dimana tulang menjadi tipis, rapuh dan mudah patah. Osteoporosis dapat menyebabkan patah tulang, yang merupakan penyebab fatal kelumpuhan dan kematian.

“Patah tulang pada osteoporosis dapat dicegah, salah satunya melalui pemenuhan asupan kalsium dan melakukan aktivitas fisik sejak dini,” cetusnya.

Sedangkan menurut Dr. Muliaman, angka kejadian osteoporosis di Indonesia cukup tinggi yaitu 2 dari 5 orang Indonesia berisiko tinggi terkena osteoporosis. Melihat pada prevalensi tersebut dan mengacu pada hasil riset consumer polling dan riset Fonterra Brands Indonesia bekerjsama dengan Departemen Ilmu Gizi, penting untuk mulai dilakukan pencegahan osteoporosis melalui pola makan sehat dengan memperhatikan komposisi protein, kalsium dan vitamin D, melakukan aktifitas sehat dan terkena paparan sinar matahari.

“Kalsium yang dibutuhkan oleh tubuh adalah 1000mg untuk usia 19 – 50 tahun, dan 1200mg untuk usia diatas 50 tahun. Konsumsi susu kalsium tinggi dapat membantu mengurangi risiko osteoporosis,” kata Muliaman.

Sedangkan hasil riset yang dirilis tahun lalu pada wanita pra menopause oleh Massey University, St. Thomas Hospital UK, dan Fonterra Brands Ltd dan juga pada wanita pasca menopause oleh Massey University, Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM dan Fonterra Brands Ltd, menunjukkan bahwa konsumsi susu yang diperkaya kalsium dan vitamin D selama 2 minggu dapat menurunkan kadar plasma C-telepeptide of type 1 collagen (CTX) yang merupakan penanda pelepasan mineral (kalsium) tulang sehingga menurunkan risiko terkena osteoporosis.

Riset lain yang diselenggarakan oleh Fonterra Brands Indonesia yang memperkuat hasil riset diatas adalah mengenai manfaat susu kalsium tinggi pada pria dan wanita Indonesia kelompok usia 35-55 tahun.

Riset dilakukan bekerjasama dengan Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MSc. MS. Sp.GK dari Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSCM, pada tahun 2012-2013. Hasilnya menyatakan konsumsi susu tinggi kalsium dua kali per hari dapat menurunkan tingkat pengambilan kalsium dari tulang (resorpsi) dan membantu mempertahankan kalsium tulang.

Melihat hal ini Fonterra Brands Indonesia, melalui brand ANLENE™, secara konsisten mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai pentingnya pencegahan osteoporosis sejak dini. Sejalan dengan upaya edukasi osteoporosis, di tahun 2013 Fonterra Brands Indonesia memulai inisiatif Menuju Yogyakarta Bebas Osteoporosis yang merupakan komitmen dari Pemerintah Propinsi DIY.

“Inisiatif serupa juga dilakukan di Jakarta dan Surabaya. Fonterra Brands Indonesia telah mengimplementasikan komitmen tersebut dalam beberapa program, salah satunya adalah kerjasama dengan PKK di Yogyakarta, Jakarta dan Surabaya,” tutur Arief Tjakraamidjaja, Marketing Manager Fonterra Brands Indonesia.

Arief mengatakan kami telah menjangkau dan mengedukasi 10.000 kader dan komunitas PKK di 3 kota tersebut dalam hal pencegahan osteoporosis. Dan kami akan teruskan program ini di tahun depan. Kami pun secara terus-menerus melakukan pemeriksaan dini kepadatan tulang (Bone Scan) ke lebih dari satu juta orang Indonesia tiap tahunnya.

Dalam acara Puncak Peringatan Hari Osteoporosis Nasional, berbagai kegiatan dirancang untuk mengajak seluruh masyarakat bergerak aktif dengan mengajak 10.000 warga Yogyakarta untuk melakukan osteo dance, gerak jalan sepanjang 4 km dan stan makanan berkalsium tinggi yang diadakan oleh para kader PKK, dan tentunya juga pemeriksaan tulang gratis, serta hiburan bagi masyarakat setelah mengikuti kegiatan fisik.