Indofood CBP Ekspansi di Bisnis Sektor Susu

Pasca Akuisisi Danone Dairy

Senin, 24/11/2014

NERACA

Jakarta – Tidak puas menguasai pangsa pasar produsen mie instan dalam negeri, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) makin kokoh untuk memperkuat pasar minuman susu dengan ditandai aksi korporasi berupa akuisisi 100% saham PT Danone Dairy Indonesia perusahaan yang bergerak di bidang susu cair senilai Rp 250 miliar.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, perusahaan milik Grup Salim melakukan aksi korporasi dengan skema akuisisi dilakukan oleh anak usaha Indofood CBP, yakni PT Indolakto. Adapun saham yang diambil alih merupakan milik Danone Dairy Investments Indonesia Pte Ltd dan Danone Asia Pte Ltd. Disebutkan, perjanjian jual beli bersyarat (conditional sale and purchase agreement/CSPA) sehubungan dengan transaksi telah diteken pada 21 November 2014.

Maka dengan akuisisi saham Danone, Indofood CBP juga akan mengendalikan merek dagang dan desain industri yang berhubungan dengan produk Milkuat. Pembelian produk ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi susu cair perseroan.“Hal ini dilakukan guna memenuhi permintaan produk susu cair di kawasan barat Indonesia, serta memperkuat posisi perseroan dalam industri dairy di dalam negeri,”kata Direktur ICBP, Werianty Setiawan.

Dia berharap, proses akuisisi tuntas pada Desember 2014 setelah terpenuhinya seluruh kondisi yang dipersyaratkan dalam perjanjian jual beli, antara lain dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Sementara itu, hingga kuartal III-2014, Indofood CBP membukukan penjualan bersih sebesar Rp 22,7 triliun, naik 20,7% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 18,8 triliun. Sementara laba bersih tercatat Rp 2 triliun atau tumbuh 11,1 persen dandingkan kuartal III-013 senilai Rp 1,8 triliun.

Sebelumnya, para analis menilai, pasca kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bisa menggoyangkan kinerja Indofood. Menurut analis Samuel Sekuritas, Tiesha Putri, meningkatnya harga BBM bersubsidi akan mempengaruhi biaya distribusi perusahaan dan volume permintaan masyarakat. Menurut dia, kinerja INDF akan terpengaruh pada anak usaha PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Bogasari Sentra Flour Mills.

Kata analis AM Capital Carrel Mulyana, ICBP merupakan penopang terbesar dengan kontribusi 42,7% sampai 42,8% terhadap pendapatan INDF. Tiesha menyebut Bogasari berkontribusi 27% terhadap pendapatan INDF. Masalah INDF kian berat lantaran daya beli masyarakat bakal menurun,”Pengaruhnya terhadap permintaan. Daya beli masyarakat sedikit berkurang karena naiknya inflasi," kata Carrel.

Meski begitu Carrel yakin, INDF bisa menyiasatinya dengan menaikkan harga. INDF menurut dia juga bisa mempunyai diversifikasi bisnis ke sektor perkebunan dan lain-lain. Kalau menurut Herman Koeswanto, analis Mandiri Sekuritas dalam riset 3 November 2014, harga CPO yang melemah justru membuat potensi bisnis perkebunan memburuk. Apalagi menurut dia, bisnis China Minzhong ikut melambat. "Ke depan, INDF juga akan diimbangi dengan penjualan minuman bermerek," ujar dia. (bani)