DEWA Hentikan Proyek Tambang di Malinau

Senin, 24/11/2014

Dinilai sudah tidak menguntungkan lagi, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menghentikan kegiatan penambangan di proyek Batu Bara Malinau, Kalimantan Utara. Dimana area tambang tersebut dimiliki PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Presiden Direktur Darma Henwa, Wachjudi Martono mengatakan, perseroan sudah ditunjuk untuk menambang di area tersebut pada 28 Agustus 2012 lalu. Namun kini setelah melalui pertimbangan, nilai keekonomian proyek tersebut sudah dirasa kurang feasible (layak) untuk dilanjutkan,”Telah disepakati bersama bahwa kontrak Malinau Mining Service Contract dan Malinau Equipment Leasing Contract telah berakhir," katanya.

Dia menambahkan, saat ini perusahaan yang dulu masuk dalam Bakrie 7 itu tengah menyusun perjanjian pengakhiran yang mengatur secara detil mengenai hak dan kewajiban yang belum terealisasikan di antara kedua belah pihak. Berakhirnya operasi jasa penambangan di proyek Batu Bara Malinau tersebut sangat kecil pengaruhnya pada target laba Perseroan di tahun 2014.

Tahun ini, perseroan memprediksikan target pendapatan bakal turun, namun tidak halnya dengan produksi batu bara yang ditargetkan tetap tumbuh. Produksi batu bara tahun ini sebesar 16,48 juta ton. Target tersebut meningkat sekitar 62,02% bila dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya mencapai 10,11 juta ton. Kemudian untuk total produksi pengupasan lapisan tanah penutup (overburden removal) perseroan pada tahun ini sebesar 99,23 jutabank cubik meter(bem) atau naik hingga mencapai 47,95% dari tahun lalu. (bani)