Window Dressing, IHSG Kembali Menguat

NERACA

Jakarta – Bergerak fluktuatif seiring dengan redanya sentiment positif kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jum’at akhir pekan berhasil ditutup menguat sebesar 18,47 poin atau 0,36% ke posisi 5.112,04. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 3,40 poin atau 0,39 % ke posisi 878,55.

Penguatan indeks BEI sejalan dengan menguatnya bursa saham Asia yang mayoritas ditutup menguat,”Tren kenaikan IHSG masih relatif ada walaupun pada sesi I perdagangan sempat terimbas aksi jual, kembali menguatnya bursa saham regional mendorong indeks BEI berbalik arah," kata Chief Investment Strategist PT Astronacci International, Gema Goeyardi di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, minimnya sentimen positif di dalam negeri membuat pergerakan indeks BEI cenderung mengikuti arah bursa saham eksternal. Apalagi, di sisi lain kinerja emiten pada kuartal ketiga cenderung ditanggapi datar oleh pelaku pasar.

Dia menambahkan bahwa pergerakan indeks BEI dalam jangka pendek ini akan bergerak konsolidasi, pelaku pasar saham cenderung mengambil posisi "wait and see" seraya mencermati dampak negatif dari kenaikan BBM bersubsidi. Gema Goeyardi memproyeksikan bahwa pada awal pekan, potensi indeks BEI masih dapat bergerak berada dalam area positif menyusul fenomena "window dressing" yang diperkirakan mulai muncul,”Menjelang akhir tahun, biasanya pengelola investasi akan berusaha untuk memperbaiki nilai portofolionya, kondisi itu biasa disebut 'window dressing' di pasar modal,”ujarnya.

Akhir pekan, saham-saham unggulan langsung jadi incaran investor, seperti di sektor agrikultur dan pertambangan. Delapan indeks sektoral pun berhasil menguat. Investor asing melakukan transaksi beli bersih (foreign net buy) senilai Rp 237,9 miliar di seluruh pasar karena ada transaksi beli cukup besar di pasar negosiasi. Sementara di pasar reguler sendiri justru net sell (jual bersih) senilai Rp 161,4 miliar.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 195.988 kali dengan volume 6,409 miliar lembar saham senilai Rp 4,909 triliun. Sebanyak 179 saham naik, 104 turun, dan 90 saham stagnan. Bursa-bursa regional masih bergerak variatif tapi cenderung menguat. Hanya pasar saham Jepang yang masih ketinggalan di zona merah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Goodyear (GDYR) naik Rp 1.950 ke Rp 18.350, Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 400 ke Rp 4.900, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 350 ke Rp 12.800, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 325 ke Rp 25.100. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.150 ke Rp 61.500, Solusi Tunas (SUPR) turun Rp 750 ke Rp 8.250, United Tractor (UNTR) turun Rp 575 ke Rp 18.275, dan Siloam (SILO) turun Rp 575 ke Rp 14.300.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup melemah tipis 4,155 poin (0,08%) ke level 5.089,411. Sementara Indeks LQ45 berkurang 0,587 poin (0,07%) ke level 874,570. Saham-saham unggulan masih ada yang jadi incaran investor. Enam sektor jatuh ke zona merah, dipimpin sektor konsumer yang jatuh paling dalam.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 91.847 kali dengan volume 2,475 miliar lembar saham senilai Rp 2,334 triliun. Sebanyak 145 saham naik, 99 turun, dan 90 saham stagnan. Bursa-bursa regioanl masih bergerak variatif tapi cenderung menguat. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Goodyear (GDYR) naik Rp 1.950 ke Rp 18.350, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 600 ke Rp 71.500, Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 400 ke Rp 4.900, dan Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 250 ke Rp 12.900. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 900 ke Rp 61.750, Solusi Tunas (SUPR) turun Rp 750 ke Rp 8.250, United Tractor (UNTR) turun Rp 750 ke Rp 18.100, dan Unilever (UNVR) turun Rp 375 ke Rp 31.025.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah tipis sebesar 2,51 poin atau 0,05% menjadi 5.091,04. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,63 poin (0,07%) ke level 874,52,”IHSG sedang melewati koreksi kecil yang diikuti dengan adanya potensi konsolidasi ringan sebelum bergerak melanjutkan kenaikannya. Indeks BEI masih berada dalam tren 'bullish' hingga akhir tahun," kata Gema Goeyardi.

Sementara itu, analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan bahwa memudarnya euforia kenaikan BBM di dalam negeri membuat pasar saham domestik masuk ke dalam area jenuh beli sehingga mendorong indeks BEI bergerak terkoreksi,”IHSG masuk ke area jenuh beli harian, namun pola kenaikan jangka pendek indeks BEI masih terbentuk,”paparnya.

Kendati demikian, menurut dia, masih terbentuknya pola kenaikan maka kondisi itu dapat dijadikan kesempatan bagi pelaku pasar saham untuk tetap melakukan akumulasi saham. Tercatat bursa saham regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 32,31 poin (0,14%) ke 23.317,33, indeks Nikkei turun 169,45 poin (0,98%) ke 17.131,41, dan Straits Times menguat 21,44 poin (0,63%) ke posisi 3.336,72. (bani)

Related posts