Klasterisasi Opak Resmi Ditutup

Medan, Sumatera Utara

Senin, 24/11/2014

NERACA

Medan – Program klasterisasi usaha merupakan salah satu keunikan dan keunggulan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM sebagai lembaga yang ditunjuk oleh negara untuk mengembangkan pelaku usaha mikro, kecil, dan mengengah. Salah satu program yang telah berjalan dengan sukses yaitu program Klasterisasi Opak bagi komunitas pengusaha di Serdang Bedagai, Medan. Program yang mengawali kick off di tahun 2013 ini sudah mencapai tahap akhir dan akan dilaksanakan serah terima kepada pemerintah kota setempat.

Sekretaris Perusahaan PT PNM (Persero), Gung Panggodo mengatakan, program klasterisasi merupakan salah satu program yang sukses dijalankan oleh PNM. Dengan pola pendampingan dan pelatihan yang tepat yang telah dilakukan oleh PNM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) pengusaha ikan hias mampu menembus pasar ekspor.

“PNM membuka kesempatan untuk bersinergi dengan instansi terkait untuk mengembangkan sektor UMKM di Indonesia, salah satunya seperti yang kami lakukan di Medan dengan Universitas Sumatera Utara ini. Sinergi yang kuat dan kerjasama lintas sektoral program-progam unggulan akan terealisasi dengan tepat guna sehingga tonggak ekonomi kerakyatan yang menjadi cita-cita bangsa akan terwujud,” kata dia, di Medan, Sumatera Utara, pekan lalu.

Pemimpin Cabang Medan Rahfie Syaefulshaaf, menjelaskan klasterisasi opak di Medan ini dimulai sejak tahun 2013 dan bekerjasama dengan Universitas Sumatera Utara untuk program pelatihan. Pelatihan yang diadakan hampir setahun ke belakang ini telah melalui serangkaian kegiatan pelatihan yang mampu meningkatkan pengetahuan, dan ketrampilan para pengusaha baik dari sisi motivasi dan manajerial produksi. Program seperti ini bertujuan membuka akses jaringan dalam membangun bisnis UKM.

“Dengan total 7 (tujuh) pelatihan selama klasterisasi berlangsung misi utama PNM adalah mengembangkan usaha nasabah yang awalnya hanya menjual bahan baku mentah menjadi bahan makanan siap santap. Diversifikasi usaha juga kami usahakan, dari awalnya hanya memproduksi opak kini dengan bahan baku dari singkong debitur ULaMM PNM mampu mengolahnya menjadi berbagai macam jenis makanan dan pada akhirnya hal ini dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” kata dia.

Permodalan Nasional Madani cabang Medan memiliki 7 (tujuh) klaster dan 44 unit yang tersebar di wilayah Sumatera Utara. Dengan nasabah dominan dari sector usaha perdagangan, jasa, industry, makanan ringan, dan lainnya.

Dalam kesempatan ini, Rahfie, juga menyampaikan kinerja positif pembiayaan PNM Cabang Medan dalam setahun terakhir. Tercatat per Oktober 2014 realisasi outstanding pembiayaan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) sebesar Rp285 miliar. Total nasabah yang tercatat di cabang Medan sendiri berjumlah 7.937 nasabah. [mohar]