Dimungkinkan Penambahan Cadangan Emas

NERACA

Jakarta----Pemerintah mempertimbangkan kemungkinan untuk menambah cadangan emas. Hal ini terkait agar tekanan inflasi yang diakibatkan harga emas bisa menurun. Masalahnya tingginya harga emas saat ini membuat tekanan yang cukup signifikan pada inflasi inti (core inflation). "Dan juga lebih dari itu, mempelajari kemungkinan agar emas bagi kebutuhan dalam negeri lebih tercukupi juga menjadi pemikiran kita," kata Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo kepada wartawan di Jakarta,6/9

Menurut mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini menilai, komponen emas yang saat ini terus bergerak naik disebabkan kondisi mata uang-mata uang di dunia banyak yang menunjukkan kecenderungan melemah. "Jadi, wajar kalau investor berusaha menjaga nilai uangnya dan kemudian berminat akan investasi di emas ya," tambahnya

Hanya saja kata Agus, pihaknya meminta ada hal-hal yang perlu diperhatikan, misalnya masalah konvertibilitas di suatu negara berbeda satu sama lain. Konvertibilitas adalah mempertahankan secara penuh dan tidak terbatas uang kertas dan uang koinnya terhadap mata uang acuan pada suatu nilai tukar tetap (fixed rate of exchange). "Jadi tentu ini adalah diversifikasi risiko dari investor yang akan berusaha menjaga nilai investasinya," terangnya

Terkait tingginya core inflation pada Agustus ini, pihaknya menjelaskan telah bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) untuk terus menekan inflasi. "Tapi memang secara umum kami mengharapkan agar core inflation itu dapat lebih rendah, sehingga ruang gerak bagi adminster price bisa lebih besar,"jelas dia.

Mengacu inflasi pada APBNP sebesar 6,1%, dengan core inflation berada pada kisaran lima persen, maka space bagi administer price volatile food hanya satu persen. "Nah kalau misalnya core inflation bisa ditekan lebih rendah itu tentu akan membuat ruang bagi Indonesia yang sangat sedang memperhatikan energi untuk ada ruang bagi inflasi yang disebabkan oleh administer price," imbuh Menkeu.

Terkait adanya pemikiran untuk menjadikan emas sebagai cadangan devisa, dia menjelaskan itu bukanlah wewenang pemerintah. "Kita pengelolaan cadangan itu kita serahkan kepada BI. Kalau Pengelolaan fiskal, domestik fiskal itu ditangani oleh kami dan alternatif-alternatif itu terus kita pelajari ya," tukasnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, kenaikan harga emas ini bukan hanya terjadi di Indonesia saja. "Ini gejala global tidak hanya Indonesia, tapi yang saya lihat emas sudah mulai bubble," ujarnya

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), angka inflasi Agustus 2011 mencapai 0,93%. Kontribusi kenaikan komoditas jelang Lebaran tidak terlalu tinggi. Justru, kenaikan harga emas dunialah yang menjadi motor penggerak inflasi Agustus ini.

Emas dan perhiasan menyumbang 0,19% pada Agustus, implikasinya, inflasi inti Agustus mencapai 1,09% dan inflasi year on year (yoy) inti adalah 5,15%. Inflasi tahun kalender year to date (ytd) Januari-Agustus mencapai 2,69%. **cahyo

Related posts