Ramayana Targetkan Penjualan Rp 400 Miliar

Tambah Tiga Gerai Spar Baru

Jumat, 21/11/2014

NERACA

Jakarta – Kendatipun tahun depan diproyeksikan pertumbuhan ekonomi dalam negeri bakal mengalami perlambatan, namun tidak mempengaruhi rencana bisnis PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) untuk memasang target ekspansi lebih agresif lagi.

Perseroan pada tahun 2015, berencana membangun dan mengoperasikan tiga gerai Spar baru yang berada di wilayah Karawang dan Cilegon pada Januari 2015 mendatang, “Kita rencananya akan menggunakan skema konversi merek dari yang semula Robinson menjadi Spar,"kata Direktur Keuangan Ramayana Lestari Sentosa, Suryanto di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, untuk penjualan tahun depan ditargetkan mencapai angka sebesar Rp 400 miliar. Selain itu, hingga tiga tahun mendatang perseroan menargetkan dapat memiliki dan mengoperasikan sebanyak 56 gerai Spar."Tahun depan kita setiap kuartal akan menambah tiga gerai baru Spar," ungkapnya.

Sekedar informasi, dengan menggenjot lini bisnis food melalui departement store ini, perseroan berpotensi untuk mengubah komposisi penjualan di mana sebelumnya komposisi penjualan Ramayana didominasi oleh segmen pakaian yang menghasilkan sekitar 70% dari penjualan, sedangkan food hanya menghasilkan 30% dari total penjualan."Januari 2015 kita sudah memiliki dan mengoperasikan tiga gerai Spar. Gerai ini nantinya akan menjadi contoh dari pengembangan bisnis departement store ke depannya," ujarnya.

Menurut Suryanto, dengan bergabungnya Ramayana ke Spar akan membantu bisnis departement store perseroan menjadi lebih baik. Hal ini terlihat dari rata-rata imbal hasil per meter persegi atau yield/square meter saat ini dari setiap gerai miliknya hanya mencapai Rp 1,3 juta. Padahal, rata-rata industri ritel lainnya menghasilkan sekitar Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta.

Perseroan berharap bisnis departement storedengan tambahan Spar ini dapat meningkatkan angka imbal hasil dari setiap meter perseginya menjadi Rp 1,7 juta."Margin untuk departement store kita juga masih di bawah angka industri, hanya mencapai 12%. Padahal, rata-rata industri 15%," terangnya.

Pada kuartal tiga, perseroan mencatatkan kinerja keuangan yang stagnan. Dimana perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 4,63 triliun, turun tipis sebesar 1,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 4,7 triliun. Beban pokok untuk kuartal III-2014 tercatat naik 0,6% menjadi Rp 2,97 triliun. Pada periode kuartal III-2013, beban pokok perseroan tercatat Rp 2,99 triliun. Sehingga, porsi beban pokok terhadap pendapatan di dua periode tersebut stagnan, sebesar 64%.

Alhasil, laba kotor perseroan turun 2,9% menjadi 1,66 triliun dari sebelumnya 1,71 triliun. Sementara, jika menyoal marjin, maka kemampuan RALS untuk mencetak laba ikut menurun. Untuk kuartal III-2014 dan periode yang sama tahun sebelumnya, marjin laba kotor RALS juga stagnan, sebesar 36%.

Tekanan ini turut membuat laba beraih RALS hingga sembilan bulan tahun ini tercatat Rp 339,72 miliar, turun 1,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 344,61 triliun. Laba bersih per saham atau earning per share (EPS) juga turun tipis, sebesar 1% menjadi Rp 47,88 per saham dari sebelumnya Rp 48,56 per saham. (bani)