Pokhpand Raih Pinjaman US$ 400 Juta

NERACA

Jakarta – Guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Charoen Pokhpand Indonesia Tbk (CPIN) melakukan penandatangan fasilitas kredit sindikasi dari 15 lembaga keuangan sebesar US$ 400 juta,”Fasilitas pinjaman ini terdiri dari US$ 200 juta dan Rp 2,4 triliun," kata Direktur PT Charoen Pokhpand Indonesia Tbk,Ong Mei Sian di Jakarta, Kamis (20/11).

Menurutnya, dalam memperoleh fasilitas pinjaman yang sebesar US$ 400 juta ini perusahaan tidak menjaminkan aset. Dia menyebutkan, pinjaman ini terbagi menjadi dua jenis pinjaman yakni, fasilitas pinjaman berjangka 5 tahun (modal kerja) sebesar US$ 75 juta dan Rp 900 miliar. Dan fasilitas kredit bergulir 5 tahun (term loan) sebesar US$ 125 juta dan Rp 1,5 triliun.

Dia mengungkapkan, pinjaman terdiri dari dua currency US$ 200 juta, US$ 200 juta lagi dalam bentuk rupiah sebesar Rp 2,4 triliun. Ada pinjaman term loan ini ada kewajiban mencicil setiap kuartal dan pijaman modal kerja kalau butuh kita bisa tarik. Jadi pinjaman tidak akan langsung naik US$ 400 juta.

Menurutnya, denominasi fasilitas dalam mata uang dollar dan rupian dilakukan untuk menjaga komposisi portofolio (50:50) yang seimbang dalam keseluruhan portofolio utang perusahaan. "Optimasi campuran mata uang akan membantu mengurangi baiaya bunga yang dibebankan serta untuk memberikan perlindungan fluktuasi rupiah," jelasnya.

Ong menjelaskan, pinjaman sindikasi baru ini akan digunakan untuk mengamankan sebagian besar kebutuhan pendanaan perusahaan untuk ekspansi bisnis secara keseluruhan dalam beberapa tahun ke depan."Pinjaman ini juga diguinakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja sehingga kedepannya akan semakin mampu meningkatkan fleksibilitas operasional dan keuangn perusahaan," ujarnya.

Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman ini dari 15 belas diantaranya, Citi, PT Bank ANZ Indonesia, PT Bank Central Asia, PT Bank CIMB Niaga, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero), Sumitomo Mitsui Banking Corporation cabang Singapura, PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, Rabobank Hongkong, PT Bank Mizuho Indonesia, PT Bank CTBC Indonesia, Aosora Asia Pasific Finance Limited, Chang Hwa Commercial Bank Ltd cabang singapura, First Commercial Bank Ltd cabang Singapura, Land Bank of Taiwan cabang Singapura, dan Hua Nan Commercial Bank."Dalam pinjaman ini, Citi bertindak sebagai kordinator tunggal. Citi bersama dengan ANZ, BCA, CIMB Niaga, DBS, Mandiri dan SMBC merupakan Mandated Lead Arranger dan Bookrunners dalam transaksi ini. Bank peserta lainnya terdiri dari kombinasi institusi keuangan lokal asing,”tuturnya.

Kemudian soal dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Ong Mei Sian menilai, kebijakan tersebut tidak akan mempengaruhi biaya produksi suatu perusahaan. Justru yang mempengaruhi kenaikan biaya produksi adalah pelemahan nilai tukar rupiah.

Dirinya menambahkan, dengan tidak dinaikkannya harga BBM pun biaya produksi sudah naik sebagai akibat dari pelemahan rupiah."Dengan BBM enggak naik itu kan cost sudah naik semua, naiknya dari mana? Itu karena pelemahan exchange rate," ungkapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Alfamart Tunda Ekspansi di Negara Baru - Operasikan 13.400 Gerai

NERACA Jakarta - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) sampai saat ini sudah mengoperasikan 13.400 gerai di seluruh Indonesia dan…

PT Inalum Investasikan Dana US$ 60 Juta - Kembangkan Pelabuhan

NERACA Kuala Tanjung – Perusahaan holding BUMN Tambang, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Persero siap mengembangkan pelabuhan di Kuala Tanjung…

UNIC Siapkan Capex US$ 2 Juta di 2018 - Ganti Mesin Baru

NERACA Jakarta – Tahun depan, PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) berkisar US$…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Buka Kantor Perwakilan di Mataram

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kantor perwakilan di Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk memudahkan penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai…

Bank Jateng Terbitkan MTN Rp 1 Triliun

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnis di tahun depan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah alias Bank Jateng menerbitkan surat…

LPKR Bidik Dana Rights Issue Rp 600 Miliar

Butuh modal untuk mendanai ekspansi bisnis di 2018, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) pada…