JSPT Incar Pendapatan Tumbuh 15%

NERACA

Jakarta - PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) menargetkan bahwa pada tahun 2015 mendatang pendapatan akan dapat tumbuh berkisar antara 10-15% dibandingkan perolehan pendapatan pada tahun 2014 ini,”Pendapatan kita pada tahun depan akan disumbang dari lini bisnis properti investasi (pendapatan recurring) dan lini bisnis properti pengembangan (pendapatan non-recurring)," kata Direktur Keuangan JSPT Lim Merry di Jakarta, kemarin.

Namun, menurut Lim, pertumbuhan pendapatan pada tahun depan belum terlalu drastis karena proyek besar mixed-use Mega Kuningan, Jakarta Selatan, belum akan memberikan kontribusi pada tahun 2015."Proyek mixed-use Mega Kuningan baru akan digarap akhir tahun 2015. Jadi, belum berkontribusi pada tahun depan. Jadi, memang pertumbuhan pendapatan tahun 2015 nanti masih belum drastis. Tapi, kalau proyek Mega Kuningan berkontribusi pastinya pendapatan perusahaan bakal meningkat sangat signifikan," ujarnya.

Pasalnya, dari dana investasi yang disiapkan perseroan pada tahun depan sebesar Rp 1,2 triliun yang dananya bersumber dari kas internal dan pinjaman perbankan hanya mencair sekitar Rp 160 miliar untuk proyek mixed-use Mega Kuningan di tahun depan."Jadi, masih belum tinggi investasinya tahun depan untuk proyek Mega Kuningan ini," ucapnya.

Proyek Mega Kuningan yang memiliki luas lahan sekitar tiga hektar (ha) ini akan dikembangkan dua tahap. Tahapan pertama terdiri dari gedung perkantoran, hotel bintang lima, dan pusat perbelanjaan (ritel). Untuk tahap pertama nilai investasi yang akan digelontorkan mencapai Rp 3 triliun.

Direktur JSPT Margiman menjelaskan bahwa untuk tahap pertama ini diperkirakan diperlukan waktu selama tiga hingga empat tahun jangka penyelesaiannya di mana groundbreaking diperkirakan akan dilakukan pada kuartal III tahun 2015. "Sedangkan, tahap dua masih akan kami susun rencananya," ujarnya.

Sebagai informasi di lini bisnis hotel budgetJSPT telah menyelesaikan pembangunan Limited Service Hotel dengan nama POP! Hotel Kemang, Jakarta, dengan 110 kamar. Hotel ini mulai beroperasi komersial sejak Februari 2014 dan POP! Hotel Gandekan Lor, Yograkarta, dengan 103 kamar yang mulai beroperasi komersial sejak November 2014.

Adapun proyek-proyek penting dan strategis lainnya di tahun ini adalah renovasi menyeluruh dan penambahan fasilitas-fasilitas baru untuk Bali Hyatt hotel yang akan memakan waktu sekitar dua tahun dan akan di-rebranding menjadi Hyatt Regency Bali serta renovasi kamar secara bertahap di Hotel Mercure Convention Center.

Untuk proyek strata dan residensial, menurut Wakil Presiden Direktur JSPT Purwo Hari Prawiro, apartemen SSG telah melakukan topping off di bulan April 2014 di mana total marketing sales SSG sampai bulan November 2014 mencapai 491 unit (84%) dari total 586 unit."Dan proyek perumahan eksklusif Hyarta Residence Yogyakarta juga telah mencapai progres pembangunan 100% dan seluruh unit berjumlah 75 telah terjual habis," pungkasnya. (bani)

Related posts