Arwana Bidik Pangsa Pasar Keramik 17%

Proyeksi Tahun 2015

Jumat, 21/11/2014

NERACA

Jakarta – Seiring dengan penambahan pabrik baru di Mojokerto Jawa Timur, PT Arwana Citra Mulia Tbk (ARNA) sebagai produsen keramik terus meningkatkan kapasitas produksi seiring tingginya permintaan pasar keramik dalam negeri. Maka dengan penambahan kapasitas produksi, perseroan menargetkan tahun depan bisa menguasai pasar keramik sebesar 17%.

Direktur Utama PT Arwana Citra Mulia Tbk, Tandean Rustandy, tahun depan perseroan makin agresif dan membidik pangsa pasar keramik nasional sebesar 17%. Menurutnya, angka tersebut hanya naik sedikit yakni 1% dari pangsa pasar yang diraihnya tahun ini sebesar Rp16%. "Pangsa pasar kita tahun ini 16%, pada 2015 akan naik sedikit, 1% menjadi 17%,”ujarnya di Jakarta, Kamis (20/11).

Pihaknya optimis target tersebut akan tercapai meskipun pemerintah baru saja menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Namun yang pasti, target pangsa pasar tahun 2015 sebesar 17% diyakini bakal tercapai seiring mulai beroperasinya pabrik baru perseroan di Mojokerto dengan kapasitas produksi sebesar 8 juta meter persegi pertahun dari saat ini sebesar 50 juta meter persegi pertahun bisa menopang penjulan dan menekan harga produksi.

Nantinya, dengan beroperasinya pabrik baru di Mojokerto, maka total pabrik perseroan berjumlah lima pabrik yang tersebar di beberapa daerah. Selain itu, perseroan juga optimis, target laba akhir tahun sebesar Rp 250 miliar bakal tercapai. Angka itu tidak mustahil lantaran perseroan hingga akhir kuartal III/2014 mecatat laba bersih hampir Rp200 miliar.

Pada akhir September 2014, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp198,58 miliar atau tumbuh 11,14% dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp178,68 miliar. Naiknya laba perusahaan didukung meningkatnya pendapat sekitar 15,53% menjadi Rp1,19 triliun dibanding kuartal III tahun lalu senilai Rp1,03 triliun,.

Sementara untuk tahun depan, perseroan menargetkan laba bersih dan penjualan bisa meningkat dua digit karena didukung inovasi dan kreativitas. Asal tahu saja, investasi pembangunan pabrik di Mojokerto menelan dana sebesar Rp 300 miliar. Bahkan untuk mengantisipasi tingginya permintaan keramik, perseroan berencana investasi senilai Rp 1,5 triliun hingga lima tahun ke depan atau sepanjang priode 2015-2020.

Disebutkan, perseroan akan meningkatkan kapasitas produksi menjadi 84,3 juta meter per segi per tahun dengan pengembangan pabrik di Mojokerto dan Palembang. Adapun kapasitas produksi saat ini 48,3 juta meter per segi. Tahukah, konsumsi keramik Indonesia saat ini masih tertinggal dibanding negara Asean lainnya. Konsumsi per kapita Indonesia baru mencapai 1,65 meter per segi dan sedangkan Thailand sudah mencapai 3,01 meter per segi, Malaysia 3,16 meter per segi.

Menurut Asosiasi Industri Keramik Indonesia (ASAKI) , industri keramik tahun ini akan tumbuh 10% atau sekitar Rp 34 triliun. Angka ini tumbuh dibandingkan total penjualan industri keramik tahun lalu sebesar Rp 30 triliun atau sekitar US$ 31 miliar. Selain itu, kemampuan Indonesia untuk menghasilkan produk keramik yang dapat diperhitungkan di regional. Bahkan Indonesia sudah menjadi salah satu dari delapan top dunia di bidang keramik sejak tahun 2013 dan salah satu dari 10 negara teratas dalam hal konsumsi keramik. (bani)