Masalah Macet Belum Usai, Program LCGC Dilanjutkan

Pro Kontra Kebijakan Mobil LCGC

Sabtu, 22/11/2014

Kemacetan di kota-kota besar, seperti Jakarta sudah menjadi pemandangan masyarakat sehari-hari, bahkan kemacetan sudah tidak mengenal waktu lagi, namun pemerintah bukannya menyelesaikan masalah kemacetan, tetapi melanjutkan produksi mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC.

NERACA

Wakil Presiden Jusuf Kalla (jk) memastikan pemerintah tidak akan menghentikan kebijakan mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC). Menurut JK dengan memproduksi mobil murah, Indonesia justru tidak akan dibanjiri mobil asal Thailand yang belakangan baru mulai memproduksinya.

JK menjelaskan kebijakan mobil murah yang dibuat oleh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono bertujuan untuk mengantisipasi kompetisi dagang yang akan semakin ketat dengan negara-negara lain di kawasan Asean. "Kalau mobil murah tidak dibuat di Indonesia, maka orang akan beli dari Thailand dengan pajak barang mewah 0 persen. Jadi lebih baik merebut pasar sendiri daripada dimasuki negara lain," ujar JK di Jakarta.

Namun untuk tidak menimbulkan lebih banyak polemik di masyarakat yang menyebut kehadiran mobil murah hanya akan menambah macet kota-kota besar di Indonesia dan meningkatkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, JK menyarankan agar Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mengarahkan anggotanya untuk lebih banyak mengekspor mobil jenis itu.

"Supaya lebih bermanfaat dan bersaing, bisa saja mobil murah itu lebih banyak dijual ke negara-negara Asean daripada dijual di Indonesia. Kebijakan mobil murah ini kan ditetapkan oleh aturan, dan aturan pemerintah itu berkelanjutan. Kalau aturan pemerintah lama terus dipotong pemerintah baru itu namanya bukan pemerintah," kata JK.

Disinggung bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah mengeluhkan keberadaan mobil mewah yang hanya menambah macet Jakarta, JK memastikan kapasitas Jokowi ketika itu adalah sebagai Gubernur DKI Jakarta. "Waktu itu pandangannya terbatas Jakarta saja, tapi kalau sekarang kan memandang dampaknya ke seluruh Indonesia. Sudah tidak sama lagi pandangan itu," katanya.

Sebelumnya Sudirman MR, Ketua Umum GAIKINDO mengaku pasrah jika pemerintah hendak mencabut kebijakan mobil murah jika dinilai tidak sejalan dengan upaya penghematan dana subsidi BBM.

"LCGC ini kan program pemerintah, kami dari industri mengikuti saja program pemerintah. Tetapi karena ini program pemerintah, tentu kami hanya berharap adanya konsistensi," ujar Sudirman usai menghadap JK.

Menurut Sudirman jika pemerintahan baru tidak ingin meneruskan program LCGC yang dibuat Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, maka penjualan anggota GAIKINDO dipastikan berkurang drastis.

"Tahun ini target penjualan 1,2 juta unit, didalamnya itu sekitar 13,7% merupakan produk LCGC. Kalau tidak ada LCGC, penjualan akan berkurang. Padahal konsumsi BBM LCGC itu lebih hemat 20 kilometer per liter dibandingkan kendaraan lain," katanya.

Dukungan ATPM

Dilanjutkannya LCGC oleh pemerintah Jokowi/JK sejumlah ATPM menyambut baik dengan tidak diberhentikan produksi mobil murah di Indonesia.

Marketing Direktor Toyota Astra Motor Rahmat Samulo mengatakan sangat senang dengan kabar ini, kita akan terus memproduksi mobil LCGC, kita juga akan teruskan mobil ini menjadi primadona di pasar otomotif Indonesia.

“mobil ini kan memang bagus untuk masyarakat Indonesia terutama untuk masyarakat menengah kebawah, respon masyarakat juga sangat baik dengan kehadiran mobil ini,” cetus Rahmat, di Bogor (18/11).

Dia juga menekankan persaingan mobil ini akan terus ketat dengan para ATPM yang akan mengeluarkan jenis-jenis baru, kita juga sudah mempersiapkan untuk bersaing dipasar LCGC untuk kedepannya.