Gozco Plantations Kantungi Pinjaman Rp 783 Miliar

Kamis, 20/11/2014

NERACA

Jakarta – PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) melalui anak usahanya, PT Suryabumi Agrolanggeng mendapat pinjaman dari Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp 783 miliar. Manajemen Gozco mengungkapkan, pinjaman memiliki tenor delapan tahun dan dijamin dengan jaminan perusahaan (corporate guarantee).

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Adapun dana akan digunakan untuk membiayai perkebunan kelapa sawit milik perseroan. Disebutkan, fasilitas ini ditujukan untuk pembiayaan kembali (refinancing) pendanaan untuk perkebunan seluas 8.371 ha di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Dana telah digunakan untuk mendanai pendirian bangunan, sarana, dan prasarana pendukung lainnya.

Pada 2009, Gozco memperoleh fasilitas kredit investasi sebesar Rp 600 miliar dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Fasilitas terbagi menjadi dua bagian, yakni tranche A senilai Rp 212 miliar dan tranche B sebesar Rp 388 miliar. Adapun masing-masing bagian berjangka waktu empat dan tujuh tahun.

Tahun ini, Gozco Plantations menyiapkan sekitar Rp 265 miliar untuk belanja modal (capital expenditure/capex). Sebanyak Rp 150 miliar dialokasikan untuk perawatan tanaman belum menghasilkan, dan sekitar Rp 100 miliar untuk penanaman baru. Sementara, sisa dana capex akan digunakan untuk penyelesaian pabrik kelapa sawit perseroan di Sumatera Selatan.

Perseroan berharap dapat menambah sekitar 3.500 ha luas lahan tertanam tahun ini. Hingga kuartal pertama, perseroan telah menanam sekitar 300 ha. Selama Januari- September 2014, Gozco membukukan penjualan bersih sebanyak Rp 365,5 miliar atau naik 38,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 264,5 miliar. Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar Rp 26,7 miliar atau tumbuh 70% dibandingkan kuartal III – 2013 sebesar Rp 15,7 miliar.

Tahun lalu, katanya, perusahan memproduksi 142.361 ton tandan buah segar (TBS). Sementara tahun ini, untuk produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) ditargetkan menguat hingga 62.000 ton dari produksi tahun lalu sebanyak 49.214 ton CPO.

Investor Relation Gozco Edbert Effendy pernah bilang, untuk meningkatkan kapasitas produksi, perseroan mengalokasikan dana belanja modal sebesar Rp265 miliar,”Kita siapkan Rp265 miliar, di mana Rp100 miliar untuk tanaman baru, Rp150 miliar untuk tanaman belum menghasilkan atau sekitar 15.000 hektar dan sisanya untuk pembangunan pabrik kelapa sawit," paparnya.

Pembangunan pabrik sendiri dilakukan di wilayah Sumatera Selatan, Kabupaten Muara Ening. Saat ini pembangunan pabrik kelapa sawit itu masih dalam tahap 70 %, sisanya 30% selesai di tahun depan. "Yang pasti dengan adanya pabrik ini kita bisa menekan biaya cost, karena buahnya tidak lagi harus dikirim ke pabrik kita yang sekarang, yang jaraknya 50 km, hemat transport dan proses produksi, hematnya bisa 200 rupiah perkilo dbs," jelasnya. (bani)