Menaker Minta BP Jamsostek Siapkan Skema Tambahan - Dampak Kenaikan BBM Bersubsidi

NERACA

Jakarta -Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dakhiri meminta BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) menyiapkan skema tambahan manfaat kepada pekerja untuk menekan biaya pengeluaran dan meningkatkan kesejahteraan pekerja."Skema bantuan atau tambahan manfaat ini juga dibutuhkan untuk membantu pekerja yang terkena dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)," kata dia, usai pertemuan tertutup dengan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Elvyn G Masassya di Jakarta, Rabu (19/11).

Hanif mengatakan, buruh atau pekerja memang terkena dampak dari kenaikan harga BBM yang dinaikkan pemerintah pada Selasa (18/11). Karena itu, Hanif berharap BPJS Ketenagakerjaan dapat membantu meringankan pekerja melalui program-program bantuan dan tambahan manfaat."Kita terus berupaya melakukan terobosan- terobosan melalui kerja sama dengan berbagai pihak untuk menekan biaya pengeluaran yang selama ini menjadi beban pekerja. Apabila biaya pengeluaran dapat ditekan kesejahteraannya para pekerja pasti meningkat," tuturnya.

Dia juga menambahkan, langkah yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja itu merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu pengusaha yang juga terkena dampak kenaikan BBM."Dengan meningkatkan kesejahteraan pekerja itu artinya kita juga membantu kalangan pengusaha. Begitu persoalan biaya pengeluaran pekerja bisa ditekan maka upah bisa lebih stabil dan itu bagian dari kontribusi kita juga pada dunia usaha," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Elvyn G Masassya menegaskan, pihaknya siap membantu pemerintah dengan menyiapkan skema tambahan manfaat bagi pekerja, khususnya peserta BPJS Ketenagakerjaan.Menurut Elvyn, beban pengeluaran terbesar pekerja perumahan dan transportasi sehingga BPJS menyiapkan program terkait dua hal tersebut.

Salah satunya adalah BPJS Ketenagakerjaan menyediakan program Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) dan membangun perumahan pekerja dalam bentuk rusunawa dan rusunami di berbagai daerah."Saat ini sudah ada perumahan pekerja di Batam 1.000 unit dan Serang 1.000 unit. Yang sedang dibangun di Palembang 1.500 unit dan Karawang 750 unit. Kita utamakan pembangunan perumahan yang dekat kawasan industri," tukasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

MDRN Dapat Tambahan Aset Nusantara Agri - Danai Restrukturisasi Utang

NERACA Jakarta – Gali lubang tutup lubang tengah sibuk dilakukan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) untuk melakukan restrukturisasi utang pasca…

Bank Sumut Minta Disuntik Modal Rp600 miliar

  NERACA Medan - PT Bank Sumut membutuhkan suntikan atau penambahan modal Rp600 miliar khususnya dari Pemerintah Provinsi Sumut untuk…

Menkes Minta Perempuan Tingkatkan Pengetahuan Tentang Gizi

Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta para perempuan khususnya kepada para ibu untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi guna mencegah terjadinya kasus…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Hanya 10%, Kenaikan Cukai Tembakau Kurang Tinggi

      NERACA   Jakarta - Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LDUI) Abdillah Ahsan menilai…

Pemerintah akan Terbitkan Perpres - Soal Kepemilikan Perusahaan Penerima Manfaat

    NERACA   Jakarta - Pemerintah akan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait kepemilikan perusahaan penerima manfaat atau "beneficial ownership"…

Hasil Penjualan ORI014 Sebesar Rp8,94 triliun

    NERACA   Jakarta - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menetapkan hasil penjualan dan penjatahan Obligasi…