Menko Akui Ekonomi Tengah Terpuruk

NERACA

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan saat ini bukan waktu yang tepat menjadi seorang menteri ekonomi. Sebab, kondisi perekonomian dunia khususnya Indonesia tidak terlalu baik. Sehingga akan banyak tantangan dalam menghadapi permasalahan tersebut.

"Pertama saya ingin ceritakan saat ini bukan waktu yang tepat untuk jadi menteri ekonomi apalagi menko perekonomian," ucap Sofyan Djalil, di Jakarta, Rabu (19/11).

Sofyan menambahkan saat ini kondisi eksternal tidak terlalu baik. Pertumbuhan ekonomi China juga tidak sebagaimana yang di ekspektasi banyak orang. Kemudian harga komoditi tidak sesuai ekspektasi."Di dalam negeri banyak masalah yang pemerintah harus atasi karena akan ada defisit, twin defisit dan current account," ungkap Sofyan.

Sofyan menjelaskan bahwa sudah beberapa kuartal perekonomian Indonesia mengalami defisit dan belum kembali normal. Salah satu penyebabnya terlalu besar spend untuk subsidi minyak.

Seperti diketahui, tahun 2014 ini memang pertumbuhan ekonomi internal sedang menurun, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2014 sebesar 5,01 persen dibanding periode sama tahun lalu.Angka ini lebih rendah dari pertumbuhan kuartal II yang mencapai 5,12 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi kuartal III dibanding kuartal II tahun ini (q2q) tumbuh 2,96 persen.

“Secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia dari kuartal I-2014 ke kuartal III-2014 tumbuh 5,11 persen,” kata Kepala BPS Suryamin.

Ia menyampaikan, nilai produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada kuartal III-2014 mencapai Rp 2.619,9 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan (tahun 2000) Rp 745,6 triliun.

Untuk diketahui BPS melaporkan PDB atas dasar harga berlaku pada kuartal III-2014 sebesar Rp 2.483,8 triliun, dan PDB atas dasar harga konstan (2000) sebesar Rp 724,1 triliun.

Suryamin menjelaskan, ada tiga sektor ekonomi yang tumbuh tinggi pada kuartal III-2014, yakni pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan; sektor jasa-jasa; serta,sektor konstruksi. Secara Q2Q, sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan tumbuh 6,74 persen.

Suryamin menyebut, salah satu penyebabnya adalah berakhirnya musim hujan, sehingga mendorong produksi tanaman bahan makanan seperti jagung, ketela pohon dan kedelai. Di sektor perikanan, upaya pemerintah merevitalisasi tambak juga mendorong pertumbuhan sektor ini. Adapun subsektor peternakan juga tumbuh didorong masa-masa Lebaran sehingga mendorong produksi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sektor jasa-jasa tumbuh 3,71 persen disebabkan adanya pengeluaran pemerintah untuk gaji ke-13 yang diberikan pada periode kuartal III-2014. Selain itu, tahun ajaran baru, puasa, dan Lebaran menyebabkan ramainya tempat hiburan, dan mendorong pertumbuhan sektor jasa-jasa. “Konstruksi tumbuh 3,27 persen, karena adanya pembangunan infrastruktur, pertokoan,dan sebagainya,” imbuh dia.

Suryamin menuturkan, pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal III-2014 tidak lepas dari pengaruh perekonomian global, di mana Tiongkok dan Jepang, dua negara mitra dagang utama RI mengalami perlambatan ekonomi. [agus]

BERITA TERKAIT

Proses Politik, Ekonomi dan Sosial Budaya Harus Selaras

Fauzi Aziz, Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri Transformasi Indonesia memang tidak bisa lepas dari proses politik, proses ekonomi dan proses…

Commonwealth Siapkan Akses Permodalan Praktis - Berdayakan Ekonomi Perempuan

Masih dalam rangka meningkatkan literasi serta memberikan kemudahan akses jasa keuangan kepada 40 ribu perempuan pengusaha Indonesia, PT Bank Commonwealth…

Pemkab Lebak Dorong Bank Sampah Tumbuhkan Ekonomi

Pemkab Lebak Dorong Bank Sampah Tumbuhkan Ekonomi NERACA Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, mendorong bank sampah yang dikelola…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Darmin Prediksi Inflasi Dibawah 4%

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan laju inflasi Indonesia bergerak ke arah…

Menkeu : Proyeksi IMF Berikan Kewaspadaan

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi global Dana Moneter Internasional…

Sumbangan Devisa Pariwisata Masih Terbatas

      NERACA   Padang - Bank Indonesia (BI) menilai sumbangan sektor pariwisata terhadap cadangan devisa Indonesia, masih relatif…