OJK Rilis Aturan Baru Pasar Modal - Memacu Daya Saing

NERACA

Jakarta – Mengahadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 yang sudah didepan mata, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan kado akhir tahun bagi industri pasar modal guna meningkatkan daya saing industri kedepannya. Dimana kado akhir tahun dimaksud, berupa tujuh peraturan baru yang resmi di keluarkan OJK untuk di pasar modal.

Ketujuh aturan ini harus dijalankan oleh pelaku pasar modal,”Kami keluarkan tujuh aturan atau kebijkan di bidang pasar modal, agar kebijakan ini bisa diketahui dan dijalankan baik oleh pelaku pasar modal,”kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida di Jakarta, Rabu (18/11).

Nurhaida menjelaskan, aturan pertama POJK tentang prinsip mengenal nasabah oleh penyedia jasa keuangan di sektor pasar modal. Melalui aturan ini, tingkat customer due diligence dilakukan dengan mempertimbangkan profil risiko dari nasabah.

Selain itu, penyedia jasa keuangan di sektor pasar modal dapat menunjuk pihak ketiga untuk melaksanakan proses identifikasi dan verifikasi sebagai bagian dari kegiatan customer due diligence. Pihak ketiga yang dapat ditunjuk tersebut meliputi penyedia jasa keuangan lain di dalam negeri, seperti perbankan dan IKNB, serta penyedia jasa keuangan lain di bidang pasar modal di luar negeri.

Aturan kedua POJK tentang penjaminan penyelesaian transaksi bursa. Peraturan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP) dalam rangka penerapan manajemen risiko terhadap penyelesaian transaksi bursa yang diidentifikasi sebagai transaksi tidak wajar dan berdampak sitemik terhadap risiko penggunaan dana jaminan,”Terkait penggunaan dan investasi dana jaminan, LKP dapat menggunakan fasilitas repo atau transaksi pinjam-meminjam efek (Surat Berharga Negara) dengan Pemerintah dan Bank Indonesia untuk meningkatkan likuiditas jangka pendek terhadap portofolio dana jaminan, tanpa berdampak negatif terhadap harga obligasi di pasar," jelasnya.

Lanjut dia, POJK yang ketiga ini tentang pedoman penerbitan dan pelaporan efek beragun aset berbentuk surat partisipasi (EBA-SP) dalam rangka pembiayaan sekunder perumahan. Aturan ini bertujuan memberikan alternatif pembiayaan bagi perusahaan pembiayaan sekunder perumahan, menyediakan produk investasi baru bagi investor, dan membantu mengurangi kesenjangan antara sumber dengan penggunaan dana (mismatch funding) bagi perbankan dalam pemberian kredit kepemilikan rumah.

Dalam peraturan ini, antara lain diatur mengenai pembelian aset keuangan yang membentuk kumpulan piutang EBA-SP serta persyaratan bagi pihak yang melakukan penerbitan EBA-SP, yang memberikan peluang bagi lembaga keuangan lainnya yang berbentuk perseroan terbatas selain lembaga pembiayaan sekunder perumahan untuk berpartisipasi dalam melakukan penerbitan EBA-SP.

POJK keempat tentang pedoman pelaksanaan fungsi-fungsi manajer investasi. Selain itu, POJK kelima tentang perizinan wakil manajer investasi. Sementara untuk POJK yang keenam mengenai laporan bulanan kontrak investasi kolektif efek beragun asset (KIK-EBA). Ketentuan yang keenam ini juga mengatur kewajiban manajer investasi KIK-EBA melakukan penyimpanan atas tanda terima dan dokumen elektronik laporan bulanan KIK-EBA.

Sedangkan POJK yang ketujuh tentang perizinan wakil penjamin emisi efek dan wakil perantara pedagang efek. (bani)

BERITA TERKAIT

MDIS Rilis Program Baru Manajemen dan Bisnis - Mendorong Lulusan Siap Kerja

NERACA Jakarta - The Management Development Institute of Singapore (MDIS), sebagai institusi pendidikan nirlaba tertua di Singapura yang berorientasi pada…

OJK: Investasi Bitcoin Ilegal di Indonesia - RISIKO MATA UANG DIGITAL JANGAN DIANGGAP RINGAN

Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa investasi mata uang digital seperti bitcoin, altcoin, belum berizin secara resmi di Indonesia. OJK…

Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN Area Sukabumi Gelar Apel Siaga

Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN Area Sukabumi Gelar Apel Siaga NERACA Sukabumi - Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasok Permintaan PLN - DWGL Kejar Produksi 8 Juta Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada perdagangan Rabu (13/12), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)…

Samindo Anggarkan Capex US$ 13,8 Juta

NERACA Jakrta - Tahun depan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) perusahaan penyedia jasa pertambangan batu mengalokasikan capex sebesar US$ 13,8…

Permintaan Ban TBR Meningkat - GJTL Genjot Produksi Jadi 3.500 Ban Perhari

NERACA Jakarta - Mengandalkan pasar ekspor dalam menggenjot pertumbuhan penjualan, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus meningkatkan kapasitas produksi dan…