Unggul Indah Rambah Bisnis Properti - Anggarkan Dana US$ 250 Juta

NERACA

Jakarta –Guna memuluskan ekspansi bisnisnya di sektor properti, PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) menganggarkan dana investasi sebesar US$ 250 juta pada tahun 2015,”Ini tergantung desainnya. Kita akan buat perkantoran dan perumahan. Dananya sebesar US$ 250 juta,”kata Presiden Direktur UNIC, Yani Alifen di Jakarta, Rabu (19/11).

Menurut Yani, perseroan telah memiliki lahan seluas 1,4 hektare (ha) di daerah Gatot Subroto, Jakarta, untuk merealisasikan pembangunan properti. Nantinya, pembangunan perumahan akan mencapai 50 persen dari lahan, sedangkan sisanya pembangunan perkantoran.

Dia mengakui, dalam membangun properti memang tidak mudah, karena harus mempunyai desain dan perizinannya. Perseroan saat ini sedang menjajaki desain properti tersebut, setelah itu mengajukan izin pembangunan properti. Sehingga pembangunan bisa dijalankan pada pertengahan atau akhir tahun depan,”Kalau untuk desain enam bulan, habis itu mengajukan izin, izin urusan tiga bulan, akhir 2015 sudah mulai menjalankan pembangunan properti,"ujarnya.

Kemudian sebagai upaya mengantisipasi dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, perseroan bakal mengurangi biaya-biaya tidak produktif agar perolehan keuntungan (margin) tetap dijaga dengan baik.

Kata Yani, perseroan berencana menaikkan penjualan yang lebih bersaing dengan cara menjual produk yang lebih banyak. Sehingga margin masih bisa didapatkan sebesar 9,5%. "Untuk industri semacam kita ini, margin yang didapatkan sebesar 9,5-10 persen sudah bagus," ungkapnya.

Menurut Yani, penjualan lebih banyak dikuasai oleh domestik. Hampir sebesar 90% penjualan perseroan ada di Indonesia, sisanya baru untuk di luar Indonesia. Perseroan memperkirakan tingkat penjualan lebih besar di tahun ini, dari posisi penjualan sampai akhir tahun yang mencapai sebesar US$390 juta. Kenaikan itu didorong oleh volume penjualan yang naik hanya mencapai tiga persen. Adapun posisi laba bersih di tahun depan lebih sedikit, dari posisi laba bersih sampai akhir tahun yang mencapai US$ 7 juta.

Asal tahu saja, pada kuartal tiga tahun ini, perseroan mencatatkan penurunan penjualan menjadi US$ 317,5 juta. Adapun pada posisi hingga akhir 2013, penjualan perseroan sebesar US% 390 juta. Dijelaskan, penurunan penjualan karena ada penyesuaian harga, ketika menghadapi kompetisi produk substitusi, baik alkohol maupun produk sejenis.

Maka dengan turunnya produk alkohol menyebabkan konsumen konsumen alkylbenzene pindah ke alkohol. Tapi kami tetap tahan pangsa pasar, dengan berikan harga yang kompetitif. Meski ada penurunan harga minyak mentah dunia di akhir kuartal III tahun ini, namun perusahaan masih meraih kenaikan volume penjualan 0,6%. (bani)

Related posts