Muamalat-Manulife Kerja Sama Bancassurance Syariah

Kamis, 20/11/2014

NERACA

Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia dan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia bekerjasama mengembangkan bisnis syariah dengan memasarkan produk-produk bancassurance yang berbasiskan syariah di Indonesia. Direktur Utama Bank Muamalat, Endy PR Abdurrahman mengatakan, kemitraan tersebut akan memperdalam hubungan Bank Muamalat dengan para nasabahnya serta memperluas kemampuan pihaknya untuk menyediakan perlindungan bagi nasabah.

"Kemitraan ini dipastikan membuka peluang bisnis yang jauh lebih besar bagi kami," ujarnya, saat penandatangan kerja sama di Jakarta, Rabu (19/11). Menurut dia, selain menyediakan layanan keuangan yang tunduk pada aturan-aturan syariah bagi para nasabah, pihaknya juga ingin layanan kami dapat diakses dengan baik oleh seluruh masyarakat, termasuk yang ada di pelosok nusantara.

Dengan begitu, lanjut Endy, Bank Muamalat ingin memberikan manfaat lebih kepada para nasabah dengan memberikan perlindungan asuransi. Pasalnya, tujuan utama dari kerja sama strategis ini adalah untuk memberikan kepastian yang lebih baik bagi perencanaan keuangan nasabah.

Sementara Direktur Utama Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, Chris Bendl mengungkapkan, dengan kerja sama tersebut, pihaknya dapat memperluas jangkauan melalui Bank Muamalat. Selain itu, melalui kerja sama ini pula nasabah Bank Muamalat dapat memperoleh produk asuransi jiwa syariah.

Tak terpengaruh

Mengenai dampak kenaikan harga BBM Bersubsidi terhadap bisnis asuransi, di tempat yang sama, Vice President and Chief Agency Officer Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, Nelly Husnayati mengaku tidak khawatir bahwa dampak kenaikan tersebut akan mempengaruhi bisnis perusahaan asuransi.

"Kalau saya melihat bisnis asuransi ini memang bisnis di mana kebutuhan nasabahnya tidak akan berkurang, mungkin daya belinya saja yang berkurang kalau mau dikaitkan dengan kenaikan harga BBM," ujar Nelly.

Menurut dia, kenaikan harga BBM oleh pemerintah tersebut tidak berdampak kepada semua kalangan. Berdasarkan pengalaman pada 2013 lalu, lanjut Nelly, bisnis perusahaan juga tetap tumbuh kendati ada penyesuaian harga BBM. "Tahun lalu, (walaupun BBM naik) pendapatan premi kita tetap bertumbuh,” tambahnya.

Sepanjang 2013, pertumbuhan premi Manulife sendiri sebesar 29% di mana premi reguler mencapai Rp1,8 triliun. Selain itu, Manulife juga menyelesaikan pembayaran total klaim hingga Rp4,2 triliun. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, pertumbuhan premi asuransi jiwa diperkirakan tumbuh 10%-11% pada akhir 2014 setelah sempat hanya tumbuh 5,11% di kuartal II-2014 lalu. Stabilnya kondisi politik pasca Pemilihan Presiden dinilai telah menjadi nilai positif masyarakat kembali membeli asuransi. [retno]