Pasokan Air PDAM Resahkan Warga

NERACA

Cirebon – Isyu tentang akan matinya kembali aliran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Cirebon pada hari Rabu (7/9), meresahkan puluhan ribu pelanggan. Di beberapa lokasi seperti Ampera, Perumnas serta beberapa tempat lainnya di Kota Cirebon, nampak kecemasan warga, terkait merebaknya isyu tersebut. Pasalnya, dalam dua hari terkahir ini beredar kabar, bahwa matinya kembali aliran PDAM tersebut akibat kerusakan yang sama.

Pantauan Harian Ekonomi Neraca di lapangan terlihat, beberapa warga bahkan sudah berinisiatif mencari sumber air baru. Mereka mulai menghubungi beberapa penjual air minum, yang mereka beli saat aliran air PDAM ini mati total saat bulan puasa kemarin. Mereka mengaku khawatir, kalau saja isu matinya aliran PDAM benar-benar terjadi.

“Kami harus antisipasi, kalau memang isyu matinya kembali PDAM benar-benar terjadi. Masalahnya, pihak PDAM tidak pernah memberi tahukan kalau ada pemutusan aliran air. Waktu bulan puasa kemarin juga, kami benar-benar sengsara dengan matinya aliran air, yang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,” kata salah seorang warga Ampera yang enggan disebutkan namanya.

Tidak Benar

Sementara itu, Direktur Tekhnik PDAM Kota Cirebon, Hendra Yogi Yasa membetulkan tentang adanya isyu matinya aliran air PDAM. Malahan Hendra mengaku, puluhan SMS dan telepon datang dari pelanggan, mempertanyakan kebenaran isyu tersebut. Namun Hendra menjamin, isyu tersebut tidak benar dan tidak bisa dipertanggung jawabkan.

“Kami tidak menyalahkan pelanggan tentang kecemasan isyu itu. Tapi kami jamin, tidak akan ada aliran air PDAM yang akan mati. Kami jamin itu, karena perbaikan sudah selesai dan tidak ada masalah. Itu isyu yang menyesatkan yang akan membuat pelanggan cemas. Pokoknya, air tetap mengalir dan tidak ada kendala,” ucap Hendra ketika dihubungi via telepon selulernya.

Seperti pernah dilansir harian Ekonomi Neraca beberapa waktu lalu, hampir satu minggu aliran PDAM Kota Cirebon mati total, saat bulan puasa kemarin. Kabarnya, ada kebocoran pada pipa transmisi. Padahal, kebocoran yang sama sempat terjadi, pada tempat yang sama. Namun pihak PDAM membantah, kalau kebocoran itu akibat human error. Menurut PDAM, kebocoran murni karena kualitas alat yang tidak bagus.

Entah benar atau tidak, kabarnya saat ini pihak PDAM memakai sistem las dengan alat khusus yang sudah direkomensadikan oleh pihak metalurgi Jakarta. Pihak PDAM Kota Cirebon meng- klaim, sistem las ini akan mampu menghindari kebocoran seperti yang terjadi saat ini, karena alat tersebut sudah melalui uji lab dan bersertifikat.

Sayangnya, hingga saat ini direksi PDAM Kota Cirebon tutup mulut, terkait berapa biaya yang telah dikeluarkan untuk pernaikan tersebut. Mereka selalu berdalih, belum sempat menghitung biaya, yang kabarnya mencapai ratusan juta rupiah itu.

Related posts