Indo Premier Bidik Dana Kelola Rp 50 Miliar

Rilis Produk ETF Premier

Kamis, 20/11/2014

NERACA

Jakarta - PT Indo Premier Investment Menegemen (IPIM) membidik dana kelolaan dari perdagangan Premier ETF Indonesia Financial (XIIF) sebesar Rp50 miliar dengan return 30% hingga 35%,”Kami konsisten memperkaya ragam produk ETF di Indonsia agar dapat dimanfaatkan investor dengan ragam alternatif yang fleksibel, mudah dan murah,”kata Direktur Utama IPIM, John D Item di Jakarta, Rabu (19/11).

Dia menuturkan, produk ETF yang baru diluncurkan ini akan diarahkan pada sektor finansial dan properti. Dimana produk XIIF ekuitas ini, memiliki kewenangan menentukan emiten yang masuk dalam portofolio. Disebutkan, masuknya XIIF ke sektor financial untuk mendukung infrastruktur dan sebagai pendanaan sektor riil karena sektor keuangan akan menjadi proxy dari pertumbuhan ekonomi.

Asal tahu saja, produk ETF ini bernama Premier ETF Indonesia Financial dengan 26 saham yang menjadi underlying. Dijelaskan, produk ETF Indonesia Financial memberikan solusi investor dalam memberikan pilihan dalam pergerakan saham, khususnya di sektor keuangan. Ada 26 saham di XIIF yang dikelola secara aktif oleh manajer investasi dalam menentukan emiten yang masuk dalam produk ETF.

Dijelaskan, tema pemilihan saham sesuai sektor keuangan di dominasi oleh kelas menengah. Harga perdana saham atau initial public offering (IPO) XIIF meningkat ke level Rp510, dari posisi IPO yang ditawarkan sebesar Rp499,05.

John menjelaskan, likuiditas ETD sangat besar dalam memenuhi kebutuhan investor. PT Indo Premier Securities akan menjadi dealer partisipan yang meningkatkan likuiditas di pasar premier dan skunder. Sementara itu, Direktur Indo Premier Securities, Noviono Darmosusilo menambahkan, investasi di pasar skunder minimal sebesar Rp50 ribu, sedangkan pasar primer sebesar Rp50 juta.

Dalam produk ETF ini, investor bisa cepat menurunkan dan meningkatkan porsi saham sektor keuangan, ketika pasar lagi sedang bergejolak,”Investor dengan cara itu bisa dengan cepat ambil keuntungan dalam menghindari kerugian secara efisien," tutupnya.

Dalam memasarkan produknya, IPIM menggandeng Deutcshe Bank, Arta Graha sebagai bank kustodian. Sementara Direktur Head Global Transaksi dan Investor Servis Indonesia Elwin Karyadi menambahkan, pihaknya akan mempertanggungjawabkan track record sebagai bank kustodian,”Kami berterimakasih ditunjuk sebagai bank kustodian," kata dia.

Menurut Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Samsul Hidayat, kehadiran produk premier ETF oleh Indo Premier Investment Menegement akan memberikan tambahan pilihan produk investasi dan tentunya membantu meningkatkan likuiditas pasar modal domestik, “Bertambahnya produk investasi di pasar modal seperti ETF dapat membantu meningkatkan likuiditas, pengembangan produk perlu terus dilakukan,”ungkapnya.

Samsul menambahkan, saat ini jumlah produk ETF di BEI baru sebanyak delapan produk, tujuh diantaranya diterbitkan oleh PT Indo Premier Investment Management. Bahkan, kata Samsul, pihak bursa akan mendukung kalau ada perusahaan manajer investasi lainnya yang memiliki inisiatif menerbitkan produk ETF.

Diharapkan, melalui ETF, investor yang memiliki keterbatasan dana dapat memanfaatkan produk ETF. Selain itu, produk ETF dapat memberikan alternatif investasi yang beragam yang dapat dimanfaatkan oleh investor untuk mengelola portofolio investasinya dengan fitur kecepatan eksekusi saham dan instan. (bani)