BTN Luncurkan Tabungan Perumahan

Penuhi Kebutuhan Rumah

Kamis, 20/11/2014

NERACA

Jakarta -Pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat di Indonesia menjadi tanggung jawab bersama. Baik pemerintah, pengembang maupun perbankan perlu menyatukan visi dalam mewujudkan pemenuhan kebutuhan rumah untuk masyarakat.

Apalagi jika melihatbacklogmasalah penyediaan perumahan di Indonesia akan terus bertambah jika tidak ada solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Hingga saat ini diperkirakan backlog mencapai 15 juta lebih unit rumah yang masih harus dipenuhi oleh pemerintah. Diperlukan peran serta banyak pihak untuk mengatasi problematika masalah perumahan di Indonesia.

"Kami masih tetap memberikan dukungan penuh terhadap upaya-upaya dalam memenuhi kebutuhan rumah rakyat. Oleh karena setelah beberapa waktu sebelumnya kami telah meluncurkan BTN Housing Finance Center sebagai jawaban atas permasalahan perumahan di Indonesia. Sekarang kami kembali meluncurkan produk Tabungan BTN Perumahan," ujar Maryono, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, usai peluncuran Tabungan BTN Perumahan, di Jakarta, Rabu (19/11).

Tabungan BTN Perumahan merupakan produk tabungan yang membantu lebih banyak masyarakat di Indonesia untuk menabung dengan tujuan untuk membeli rumah. Segmen yang dituju adalah nasabah yang baru menikah dan orang–orang muda (mereka yang pertama mendapatkan pekerjaan dan level manager menengah) yang telah menyadari kebutuhan akan kepemilikan rumah.

"Kami sebagai “Home for Financial Solution in Life” ingin memberikan komitmennya sebagai pelopor Tabungan perumahan di Indonesia dengan meluncurkan Tabungan BTN Perumahan," tegas Maryono.Untuk peluncuran awal, BTN menargetkan pembukaan rekening baru lebih dari 100 ribu dengan volume penabungan sampai dengan akhir 2015 sekitar Rp2 triliun.

Tabungan BTN Perumahan diharapkan dapat mengatasi tantangan yang dihadapi oleh masyarakat ketika akan memutuskan untuk membeli rumah. Tabungan ini adalah tabungan berjangka yang di-bundlingdengan asuransi, dimana nasabah secara rutin melakukan setoran wajib per bulan dalam rangka menyiapkan rencana memiliki rumah impian atau untuk mendapatkan uang muka rumah.

Setoran ringan

Jika uang muka telah mencukupi untuk membayar lunas pembelian rumah atau uang muka, nasabah dapat mengajukan KPR ke kantor cabang BTN manapun di Indonesia dengan terlebih dahulu melengkapi dokumen persyaratan KPR.Selain untuk kepemilikian rumah pertama, Tabungan BTN Perumahan juga diperuntukkan bagi nasabah yang mengajukan permohonan KPR rumah kedua dan seterusnya.

Cukup dengan mengunjungi Kantor Cabang BTN dan melakukan pembukaan rekening dengan setoran awal Rp2 juta, maka nasabah akan dapat memulai perencanaan keuangan kepemilikan rumah BTN dengan setoran lanjutan yang relatif ringan, yaitu Rp100 ribu.

Tabungan BTN Perumahan memiliki fitur–fitur yang sangat menguntungkan nasabah, yaitu bebas biaya administrasi, bebas biaya penggantian buku tabungan dan biaya–biaya lainnya. Ke depannya fitur–fitur tersebut akan dikembangkan lebih jauh lagi, dengan menambah layanan–layananprivilegebagi nasabah.

Diantaranya adalah kemudahan untuk mendapatkan informasi terkait lokasi perumahan, rumah bekas atau second dan rumah lelang BTN. Ada lagi fasilitas lain yang akan dikembangkan, yaitu untuk mendapatkan diskon harga rumah dari pengembang yang bekerja sama dengan Bank BTN, serta berbagai diskon biaya proses kredit.

Tabungan BTN Perumahan ini juga memberikan keuntungan bagi para pengembang untuk dapat memanfaatkancaptive marketdari nasabah pemilik rekening Tabungan BTN Perumahan. Selain itu, Tabungan BTN Perumahan ini dapat membantu seluruh masyarakat Indonesia untuk membangun rumah impiannya bersama BTN.

BTN masih menjadi pemimpin pasar pembiayaan perumahan di Indonesiadengan penguasaan pangsa pasar total KPR sebesar 24%. Sedangkan untuk segmen KPR subsidi, peran BTN sangat dominan dengan menguasai pangsa pasar lebih dari 95% dari total penyaluran FLPP tahun 2011, 2012 dan 2013. Secara kumulatif,BTN telah memberikan KPR kepada lebih dari 3,5 jutaorang di seluruh Indonesia.Jika masing-masing rumah dihuni rata-rata lima orang, maka KPR BTN telah dinikmati oleh 15 juta lebih masyarakat di Indonesiaa. [kam]