Tren Penguatan IHSG Belum Beranjak

Kamis, 20/11/2014

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks harga saham gabungan (IHSG) seharian masih menguat menyabut reaksi positif kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Diakhir perdagangan, IHSG ditutup menguat 25,464 poin (0,50%) ke level 5.127,933. Sementara Indeks LQ45 ditutup tumbuh 4,652 poin (0,53%) ke level 881,238.

Kata analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya mengatakan, indeks BEI kembali melanjutkan penguatan seiring dengan investor asing yang kembali mengambil posisi beli, “Ini merupakan sinyal bahwa tingkat kepercayaan investor masih cukup tinggi terhadap ekonomi dan pasar modal Indonesia,”ujarnya di Jakarta, Rabu (19/11).

Apalagi, lanjut dia, cukup sigapnya pemerintah merespon kenaikan BBM subsidi dengan menjaga harga bahan pokok, serta Bank Indonesia yang mengubah tingkat suku bunga acuan menjadi 7,75% untuk menjaga inflasi menambah kepercayaan pasar,”Pemerintah cukup sigap dalam menjalankan perekonomian hingga saat ini, kondisi itu membuat IHSG dalam jangka pendek masuk dalam pola tren penguatan,”paparnya.

Sementara itu, Direktur Perdagangan Dan Pengaturan Anggota BEI Samsul Hidayat mengatakan posisi indeks BEI yang berada di area positif merupakan respon positif investor terhadap kebijakan pemerintah yang menaikan harga BBM bersubsidi,”Pergerakan harga saham di bursa merupakan sebuah ekspektasi. Pasca kenaikan BBM, ada ekspektasi positif dari pelaku pasar saham terhadap ekonomi Indonesia ke depan," ujarnya.

Berikutnya, indeks BEI Kamis diperkirakan masih bertahan di zona hijau. Pada perdagangan kemarin, dana asing kembali masuk lantai bursa. Transaksi investor asing sore tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 424,214 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 239.613 kali dengan volume 5,836 miliar lembar saham senilai Rp 5,752 triliun. Sebanyak 193 saham naik, 107 turun, dan 86 saham stagnan.

Rata-rata bursa di Asia menutup perdagangan dengan negatif, berbeda dengan BEI yang bertahan di zona hijau. Pasar saham Singapura yang berhasil ditutup positif. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Siloam (SILO) naik Rp 1.650 ke Rp 15.400, Gudang Garam (GGMR) naik Rp 1.275 ke Rp 63.700, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 550 ke Rp 12.550, dan Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 10.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 675 ke Rp 24.900, Unilever (UNVR) turun Rp 500 ke Rp 31.100, Solusi Tunas (SUPR) turun Rp 500 ke Rp 9.000, dan Link Net (LINK) turun Rp 150 ke Rp 5.525.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 21,182 poin (0,42%) ke level 5.123,651. Sementara Indeks LQ45 naik 4,814 poin (0,55%) ke level 881,400. Investor asing paling getol berburu saham. Sembilan sektor pun berhasil menguat, kecuali sektor aneka industri yang terkena aksi ambil untung.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 134.031 kali dengan volume 3,181 miliar lembar saham senilai Rp 3,256 triliun. Sebanyak 196 saham naik, 81 turun, dan 80 saham stagnan. Bursa-bursa regional masih bergerak mix hingga siang hari ini. Stimulus yang ada di Uni Eropa dan Jepang belum bisa menjadi faktor pendorong.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGMR) naik Rp 725 ke Rp 63.150, Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 10.000, Adira Finance (ADMF) naik Rp 325 ke Rp 7.775, dan BCA (BBCA) naik Rp 250 ke Rp 13.350. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Solusi Tunas (SUPR) turun Rp 500 ke Rp 9.000, Sinar Mas (SMMA) turun Rp 350 ke Rp 2.450, Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 150 ke Rp 2.150, dan Link Net (LINK) turun Rp 125 ke Rp 5.550.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat sebesar 11,68 poin atau 0,23% menjadi 5.114,15 Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,93 poin (0,34%) ke level 879,52,”IHSG BEI bergerak menguat di tengah pasar saham Asia yang bergerak cenderung mendatar. Pelaku pasar, terutama investor masih merespon positif kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi," kata Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Dia menambahkan setelah kenaikan BBM itu, pemerintah dapat menjaga pasokan barang dan bahan makanan agar tidak terjadi lonjakan yang signifikan. Di sisi lain, alokasi dana ke beberapa sektor diantaranya infrastruktur, kesehatan, konstruksi, dan sektor-sektor produktif lainnya segera terealisasi. Kendati demikian, menurut dia, secara teknikal kenaikan indeks BEI juga menyimpan potensi untuk berbalik arah ke area negatif menyusul sebagian investor yang mulai mengambl posisi ambl untung.

Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan bahwa kenaikan BBM subsidi yang diikuti dengan meningkatnya suku bunga acuan bank Indonesia (BI rate) dinilai positif oleh kalangan pelaku pasar,”Langkah yang dilakukan BI suatu sikap yang responsif dan positif," katanya.

Secara umum, lanjut dia, kenaikan BBM bersubsidi dan kebijakan BI menaikan suku bunga, sebagai kebijakan yang tidak populis bagi pelaku pasar saham. Namun, kali ini pasar sudah mengantisipasinya, sehingga penyesuasian risiko atas kebijakan ini berkurang. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 8,99 poin (0,04%) ke 23.520,18, indeks Nikkei naik 37,15 poin (0,21%) ke 17.381,21, dan Straits Times menguat 15,86 poin (0,49%) ke posisi 3.329,93. (bani)