Inalum Gelontorkan Beasiswa Rp4,5 Miliar

Sabtu, 22/11/2014

NERACA

Program bantuan pendidikan merupakan salah satu program Coorporate Social Responsibility (CSR) yang selama ini direalisasikan PT Inalum (Persero) secara kontinyu. Program tersebut disalurkan dengan konsep memberikan beasiswa untuk mahasiswa dan pelajar Sumetara Utara.

PT Inalum telah merencanakan akan menggelontorkan dana beasiswa lebih dari Rp 4,5 Miliar yang dibagikan kepada 5.300 pelajar mulai dari siswa SD sampai mahasiswa S3 selama tahun 2014 ini. Program ini merupakan program pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan, yang diperuntukkan khusus kepada masyarakat yang berasal dari 10 Kabupaten dan kota di sekitar Danau Toba dan Pembangkit Listrik PT Inalum, serta di sekitar Pabrik Peleburan

KABID Dikmenti Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut, Agus Sinaga dalam sambutanya mengatakan apa yang dilakukan PT Inalum sangat membantu perkembangan pendidikan di Sumuatra Utara. Disdik Sumut tentu saja sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Inalum di bidang pendidikan. Menurutnya, selama ini memang bukan hanya sekali ini Inalum memberi beasiswa. Beberapa diantaranya membantu dunia pendidikan dengan perbaikan sekolah, madrasah, pengadaan mobiler, hingga pelatihan guru dan siswa.

"Ini bentuk kontribusi PT Inalum bagi pembangunan lewat jalur pendidikan. Selama ini kita hanya mendengar tentang Inalum sebagai perusahaan raksasa. Dan kini kita lihat sendiri Inalum berkontribusi untuk kita," ujar Agus yang hadir mewakili Kadisdik Sumut, belum lama ini.

Sementara itu, Direktur Umum dan SDM PT Inalum, Carry F Mumbunan menyampaikan sampai saat ini tercatat 135 mahasiswa terdiri dari 22 mahasiswa diploma, 96 mahasiswa S1, 14 mahasiswa S2 dan 3 mahasiswa S3 mendapat beasiswa. Para mahasiswa diploma dan S1 mendapat Rp2 juta. Sedangkan mahasiswa S2 dan S3 mendapat bantuan Rp5 juta.

Selain itu, sambung Carry, Inalum pun aktif membantu mengatasi krisis listrik. Diantaranya berkontribusi dalam usaha mengurangi krisis listrik di Sumatera Utara dengan memberikan daya sebesar 90 MW yang dihasilkan PLTA milik PT Inalum (Persero). Daya yang dihasilkan 8 turbin pembangkit, 4 turbin di pembangkit Sigura-gura dan 4 turbin di pembangkit Tangga, mencapai total 603 MW pada kapasitas output puncak.

Setelah dikurangi spinning power dan rugi-rugi transmisi, daya yang sampai di sub station pabrik peleburan Kuala Tanjung hanya sekitar 553 MW saja, dan dari daya ini sebanyak 90 MW secara kontinu sejak November 2013 disalurkan kepada masyarakat Sumatera Utara melalui PLN.

"Sedangkan sisa sebesar 463 MW seluruhnya digunakan untuk mengoperasikan 510 unit tungku peleburan dan seluruh fasilitas pendukungnya. Tungku tersebut dioperasikan 24 jam terus menerus selama 6-7 tahun (umur rata-rata tungku)," kata dia.