Pendidikan dan Penyuluhan Perikanan Terus Didorong

Kamis, 20/11/2014

NERACA

Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mendukung penuh pendidikan vokasi di sektor kelautan dan perikanan. Hal ini disampaikannya ketika bertemu dengan para siswa/i SUPM Negeri Pontianak saat melakukan kunjungan kerja di Stasiun Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak, Kalimantan Barat, akhir pekan lalu. Informasi tersebut terungkap dalam keterangan resmi yang dikirim ke redaksi Neraca, Rabu.

Pada pertemuan yang didampingi Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan, I Nyoman Soeyasa itu, Susi mengapresiasi upaya yang telah dilakukan guru dan Kepala SUPM Pontianak dalam proses pembelajaran. Ia juga memberikan dorongan kepada para siswa untuk terus memacu semangat belajarnya, memupuk kecintaan jiwa baharinya, dan mempersiapkan diri sebagai agen pembangunan kelautan dan perikanan di masa mendatang.

Hal ini dikarenakan potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar itu tidak akan memberikan manfaat tanpa dukungan SDM ungul. SDM ini memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi, serta sikap kerja yang berkarakter, yang disiapkan salah satunya melalui satuan pendidikan, seperti SUPM Pontianak.

SUPM Pontianak merupakan salah satu satuan pendidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang bertugas menyelenggarakan pendidikan kelautan dan perikanan untuk menciptakan SDM andal di bidangnya. Satuan pendidikan ini memiliki empat program keahlian, yaitu Nautika Perikanan Laut, Teknika Perikanan Laut, Teknologi Budidaya Perairan, dan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan.

Menurut Nyoman, penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan KKP lebih ditekankan pada praktek keahlian dibandingkan teori yang tercermin pada kurikulum dengan komposisi 30% teori dan 70% praktek. Pendidikan vokasi ini dilakukan dengan pendekatan Teaching Factory, sehingga memungkinkan para taruna memiliki kompetensi sebagaimana sistem produksi layaknya di dunia industri. Sistem perekrutan peserta didik menggunakan persentase 40% anak pelaku utama, 40% masyarakat umum, dan 20% kerja sama dengan instansi terkait.

Sementara itu, Kepala SUPM Pontianak Suharyanto mengatakan, SUPM Pontianak merupakan center of excelence (pusat unggulan) pendidikan kelautan dan perikanan di wilayahnya. Hal ini dapat dilihat dari tingginya animo siswa dan guru yang datang setiap tahun ke kampus SUPM Negeri Pontianak, untuk melakukan kegiatan praktek dan magang.

Kerja sama yang dilakukan oleh SUPM Pontianak ini tidak hanya terbatas pada satuan pendidikan tingkat menengah, akan tetapi juga dengan Perguruan Tinggi di wilayahnya yang memiliki program studi kelautan dan perikanan. Sebagai satuan pendidikan lingkup KKP yang berlokasi di daerah, SUPM Negeri Pontianak mengembangkan kearifan lokal sebagai suatu unggulan dalam menjalankan proses pembelajarannya, yaitu dengan mengembangkan ikan jelawat sebagai salah satu komoditas unggulan, khususnya untuk pembelajaran siswa bidang keahlian Budidaya Perairan.

Masih dalam keterangan resmi BPSDM KP, disebutkan bahwa kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ke Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, Kab. Berau, Kalimantan Timur, akhir pekan lalu, menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Berau, terlebih bagi Penyuluh Perikanan.

Koordinator Penyuluh Perikanan Berau Sjaifoedin Sjoekri mendapat kesempatan untuk menyampaikan beberapa hal kepada Susi. Di antaranya Penyuluh Perikanan Kab. Berau siap mendukung kebijakan Susi dalam menjaga kelesatarian sumberdaya pesisir dan laut yang berkelanjutan melalui kegiatan penyuluhan. Penyuluh Perikanan Kab. Berau pun siap membina dan mendampingi para pelaku utama dan pelaku usaha untuk keberlangsungan usaha dan kelestarian alamnya. Susi memberikan pesan kepada penyuluh, “Terus bina masyarakat ya, terus semangat! Jaga kelestarian laut supaya bisa dirasakan manfaatnya oleh anak cucu kita,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan Rina, Selasa (18/11), di Jakarta, menyampaikan, pesan Menteri dapat dijadikan motivasi bagi penyuluh perikanan di daerah lainnya. Ia juga mengatakan, tahun 2015 arah penyuluhan perikanan akan lebih banyak bergerak ke laut dibandingkan tahun sebelumnya. Mengingat selama ini potensi sektor kelautan belum banyak disentuh penyuluhan. “Selama ini penyuluhan kelautan sudah dilakukan oleh penyuluh perikanan namun tahun 2015 akan lebih ditingkatkan tanpa mengurangi kegiatan penyuluhan yang ada di daratan,” katanya.

Lebih lanjut Rina berharap, Penyuluh Perikanan yang bertugas di wilayah pesisir untuk menggali potensi lokal dengan memanfaatkan teknologi spesifik lokasi sehingga mudah diserap oleh masyarakat. Dikatakan Rina, penyuluh perikanan tidak hanya dituntut untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir tetapi juga diharapkan untuk memberikan penyuluhan tentang kelestarian sumberdaya alam.

“Jika di wilayah kerja penyuluh ada kebiasaan masyarakat menangkap ikan dengan merusak karang, maka penyuluh perikanan perlu memberi pemahaman agar nelayan berhenti melakukan perusakan disamping menyuluhkan mata pencaharian alternatif perikanan lainnya tanpa merusak lingkungan namun tetap menguntungkan,” tambahnya.