Peluang dan Tantangan Integrasi Pasar Modal ASEAN

Citi Capital Market Outlook

Sabtu, 22/11/2014

Penyelenggaraan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang dimulai kurang dari dua bulan lagi, akan membawa berbagai dampak terhadap perkembangan pasar modal dan iklim investasi di Indonesia.

NERACA

Indonesia merupakan pasar yang sangat besar dan atraktif, mewakili hampir setengah dari perekonomian ASEAN. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi Indonesia untuk dapat mempersiapkan diri menghadapi berbagai peluang dan juga tantangan yang dihadirkan oleh penyelenggaraan Masyarakat Ekonomi ASEAN, untuk dapat bersaing dengan negara-negara tetangga.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I Otoritas Jasa Keuangan (OJK),Sarjitomemaparkan bahwa salah satu karakteristik utama Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah menjadikan ASEAN sebagai pasar dan basis produksi tunggal(Single Market and production base),yang bertujuan untuk menciptakan aliran modal yang lebih bebas antara negara-negara ASEAN. Salah satu inisiatif untuk mencapai hal tersebut adalah melalui integrasi pasar modal ASEAN.

Dengan Integrasi Pasar Modal ASEAN, pemodal dapat berinvestasi di negara ASEAN manapun dengan mudah, perusahaan dapat meraih dana masyarakat di negara ASEAN manapun dengan mudah, dan modal dapat bergerak bebas antar negara ASEAN.

Upaya mecapai integrasi pasar modal ASEAN sesuai AEC Blueprint 2015 dibantu dengan pembentukan ASEAN Capital Market Forum (ACMF) yang beranggotakan regulator pasar modal negara ASEAN.

Terkait dengan pengembangan, Sarjito mengemukakan empat hal yang menjadi tantangan bagi pasar modal Indonesia, antara lain peningkatan sisi persediaan, peningkatan sisi permintaan, pengembangan infrastruktur, dan peningkatan praktek dan pedoman tata kelola yang baik dan juga implementasinya. Berbagai hal tersebut bisa dicapai dengan penciptaan regulasi yang sifatnya “market-friendly” dan mendukung.

“Jangan kita membuat regulasi dimana industri kita sendiri secara domestik tidak bisasurvive. Kita harus mendengarkan semua, bagaimana supaya industri itu bisa tumbuh. Tidak hanyafinancial market, tapi jugareal market,” jelas Sarjito di seminar tahunan Citi "Capital Market Outlook"dengan mengangkat tema"ASEAN Integration 2015: Challenges and Opportunities" untuk membantu nasabah korporat maupun profesional dalam merencanakan dan menerapkan strategi bisnis yang tepat sepanjang tahun 2015.

Selain Sarjito, turut hadir dan berbicara dalam seminar kali ini Presiden Direktur PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI),Heri Sunaryadi,yang memberikan paparan mengenai rencana strategis KSEI, sebagai pengembang infrastruktur, untuk mendukung pertumbuhan pasar modal di Indonesia sepanjang empat tahun mendatang.

Selain pengimplementasianCentral Depository and Book Entry Settlement System(C-BEST) Next Generation (Next-G) yang diperkirakan rampung pada tahun 2016, KSEI juga sedang mengembangkan sistem pengelolaan investasi terpadu yang akan meningkatkan efisiensi kegiatan pasar modal yang melibatkan berbagai pihak seperti bank, perusahaan efek, agen penjual, investor, bank kustodian, dan lain-lain. Heri juga menambahkan bahwa berbagai upaya ini dilakukan perusahaan untuk memperdalam pasar, meningkatkan jumlah investor dan likuiditas di Indonesia.

Selain peningkatan dan pertumbuhan dari segi domestik,Made Artha, Investor Sales Head, Citi Indonesia juga berpendapat bahwa fokus kegiatan investasi dari investor dan berbagai institusi tidak harus fokus di dalam negeri, namun dapat diperluas ke luar negeri seperti ke negara ASEAN lainnya. Dia pun menambahkan bahwa proses diversifikasi semacam itu bisa didorong melalui pemberian insentif oleh pihak regulator.

“Pada akhirnya, penyelenggaraan Masyarakat Ekonomi ASEAN bukan sesuatu yang bersifat instan dalam memperbaiki perekonomian negara. Kuncinya adalah keterampilan kita untuk memanfaatkan peluang dan juga mengantisipasi tantangan yang dihadirkan oleh penyelenggaraan Masyarakat Ekonomi ASEAN itu sendiri,” tambahMade Artha, Investor Sales Head, Citi Indonesia.