Perkuat Bisnis, Telkomsel Hadirkan Layanan M2M

Kamis, 20/11/2014

NERACA

Jakarta - Telkomsel resmi meluncurkan layanan M2M (machine to machine) terlengkap berupa solusi end-to-end. Layanan ini menyediakan flektibilitas kontrol sistem, untuk solusi provider maupun pelanggan korporasi di Indonesia. Peluncuran resmi layanan M2M Telkomsel ditandai dengan penandatangan kerjasama yang dilakukan Telkomsel dengan beberapa pihak, antara lain dalam jal M2M dengan LIPI, PINS Indonesia, Asuransi Astra, Ghuroba Madani dan FEC Solution, serta untuk Telkomsel Corporate Business Solution dengan Astra Internasional.

Direktur Utama Telkomsel Alex Sinaga mengungkapkan segmen korporasi merupakan segmen yang perlu didukung perkembangnnya di Indonesia, karena efek multiplier yang akan ditimbulkan bagi lingkungannya. “Untuk itu kami menghadirkan solusi M2M Telkomsel lebih lengkap, sehingga membantu pelanggan menjalankan bisnisnya secara lebih efektif, efisien, dan mudah secara operasional untuk meningkatkan produktivitasnya," ungkapnya saat peluncuran Telkomsel M2M di Jakarta, Rabu (19/11).

Alex menambahkan, pihaknya siap membantu perusahaan dan pelaku usaha di Indonesia, untuk lebih mengembangkan bisnisnya. Semua itu melalui solusi M2M yang didukung Telkomsel M2M Control Center berkerjasama dengan jasper yang telah dipercaya oleh lebih dari 2.500 enterprise di dunia dan Telkomsel M2M application platform yang dapat diandalkan.

Platform Telkomsel M2M sendiri terdiri dari Control Center dan Application Platform. Aplikasi solusi Telkomsel dalam layanan M2M ini antara lain adalah Driving Analytics, Home Automation, m-POS, Sales Force Automation, Smart Metering, dan Usage Based Auto Insurance (UBI). “Ke depannya kami berharap layanan M2M dapat diimplementasikan pada Smart City Platform yang rencananya akan digelar di berbagai kota di Indonesia,” tambah Alex.

Sementara itu, VP Technology & System Telkomsel, Ivan Cahya Permana mengutarakan, penggunaan solusi M2M terus berkembang dengan meningkatnya penggunaan teknologi mobile. “Penggunaan M2M kami ini secara efektif akan mengurangi biaya produksi dan operasional, meningkatkan akses layanan terhadap suatu informasi dan menambah pilihan produk yang ditawarkan,” jelasnya.

Ivan mengungkapkan, Telkomsel siap menggandeng partner solusi dan device untuk menggunakan Telkomsel M2M platfrom, yakni Control Center dan Application Platform. “Kami turut mendukung partner solusi lokal untuk lebih variatif menawarkan berbagai jenis solusi M2M yang sangat dibutuhkan oleh korporasi di Indonesia,” imbuhnya. Pada fase ini Telkomsel telah membidik tiga industri utama, yaitu Automotive, Finance, dan Utilities.

Ditambahkan VP Corporate & Community Telkomsel, Primadi K Putra, Telkomsel saat ini memiliki total 1,5 juta pelanggan M2M yang terdiri dari korporasi dan perorangan. Jaringan Telkomsel dengan 83 ribu Base Tranceiver Station (BTS) dan SIM card khusus untuk menunjang bisnis M2M, dinilai menjadi penyokong solusi layanan M2M. “Industri otomotif, finance, dan utilities menjadi tiga industri yang kami fokuskan untuk M2M saat ini, selain itu kami juga akan bekejasama dengan lebih banyak korporasi,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Pos dan Penyelenggaraan Informatika (Dirjen PPI), Kalamullah Ramli mengungkapkan bahwa M2M adalah terobosan bisnis baru dan nantinya akan menjadi sumber pendapatan baru sehingga nantinya akan menciptakan demand baru. Namun begitu, Kalamullah mengungkapkan bahwa ada tantangan dari sisi regulasi yang harus diperhatikan.